Perang Dunia dari Dapur Ibu
ILUSTRASI Perang Dunia dari Dapur Ibu.-AI/ARYA-HARIAN DISWAY-
Namun, kewaspadaan terus meningkat. Persis dua tetangga yang saling curiga. Satu meninggikan pagar. Satunya memasang kamera. Keduanya mengaku ingin hidup tenang. Bedanya, tetangga yang satu punya senjata nuklir. Kalau pertengkaran pecah, ketua RT pun mungkin memilih mengungsi.
Iran, Israel, dan Empat Hari
Ketegangan berikutnya datang dari Timur Tengah.
Amerika Serikat (AS) dan Israel telah menyerang Iran sejak Februari 2026. Kini muncul laporan bahwa pasukan AS mampu memulai operasi besar baru dalam 96 jam setelah menerima perintah presiden.
Empat hari. Keputusan final belum diumumkan.
Israel memandang kemampuan militer Iran sebagai ancaman serius. Iran memperkuat kemampuan pembalasan. Kelompok Houthi di Yaman, yang bersekutu dengan Teheran, turut memberikan tekanan terhadap kepentingan Saudi.
Pada 27 Oktober, Houthi mengeklaim menyerang kilang Ras Tanura. Klaim itu belum memperoleh konfirmasi independen.
Arab Saudi mempunyai alasan untuk cemas. Fasilitas energinya penting bagi ekonomi dunia. Riyadh bersama Turkiye dan Pakistan tetap membuka diplomasi dengan Teheran.
Persenjataan disiapkan. Perundingan juga. Begitulah politik kekuasaan. Sambil mengulurkan tangan, masing-masing memastikan pertahanannya tidak lengah.
Tiongkok pun meningkatkan aktivitas militer di kawasan Taiwan. Sebanyak 53 kapal militer dan pemerintahnya dilaporkan beroperasi di perairan regional. Beijing menyebutnya latihan rutin.
Tidak ada bukti semua negara itu menjalankan satu rencana perang bersama. Tetapi, beberapa krisis yang berlangsung bersamaan membuat kesalahan kecil makin berbahaya.
Clausewitz pernah menjelaskan, perang sebagai kelanjutan politik melalui cara lain. Masalahnya, politik masih bisa berdebat. Bom yang sudah diluncurkan tidak bisa diajak debat dan musyawarah.
Persiapan yang Tidak Bernama Perang
Di Indonesia, sejumlah kebijakan juga menarik dibaca melalui kacamata ketahanan nasional.
Agustus lalu sebanyak 12.987 personel TNI mengikuti latihan terintegrasi tiga matra. Pada 2026 pelatihan dasar komponen cadangan bagi ASN berlangsung dalam dua gelombang, masing-masing 1.773 dan 2.065 peserta. Keikutsertaannya sukarela.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: