Dominasi PM Benjamin Netanyahu Berpotensi Digeser Oposisi Israel dalam Pemilu

Dominasi PM Benjamin Netanyahu Berpotensi Digeser Oposisi Israel dalam Pemilu

Sebuah papan iklan kampanye di Tel Aviv menampilkan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu bersama Presiden AS Donald Trump.-JACK GUEZ-AFP

HARIAN DISWAY – Israel menggelar pemilu parlemen pada Selasa, 27 Oktober 2026. Itu merupakan pemilu pertama sejak serangan Hamas 7 Oktober 2023. Dua tokoh bersaing merebut kursi perdana menteri (PM). Yakni, petahana Benjamin Netanyahu dari Likud dan mantan kepala staf militer Gadi Eisenkot dari Partai Yashar. 

Jajak pendapat menunjukkan persaingan ketat dua kandidat. Tak satu pun dari keduanya yang diproyeksikan meraih kemenangan absolut. Atau, 61 dari 120 kursi parlemen. 

Netanyahu, yang sudah 19 tahun memimpin Israel, memimpin koalisi partai sayap kanan, far right, dan ultra-ortodoks. Ia mendapat dukungan Presiden AS Donald Trump. 

Eisenkot memimpin "blok perubahan" yang beranggotakan Naftali Bennett dan Avigdor Lieberman. Dua politikus sayap kanan yang memegang sikap keras soal keamanan itu berkoalisi dengan Yair Golan, mantan jenderal berhaluan kiri. 

BACA JUGA:Israel Terancam Konflik Sipil, Laporan Rahasia CIA Ungkap Risiko Perpecahan Internal

BACA JUGA:Kecam Sekutu dalam Sidang PBB, Netanyahu Benarkan Pendudukan Israel Atas Gaza


PEMILU parlemen Israel dilaksanakan pada Selasa, 27 Oktober 2026. Partisipasi pemilih tertinggi dalam empat dekade terakhir. --CNN

Partisipasi Tertinggi dalam Empat Dasawarsa

Menurut Komisi Pemilihan Pusat, lebih dari 31 persen pemilih sudah mencoblos hingga tengah hari. Associated Press (AP) mencatatkan bahwa statistik pemilih itu merupakan yang tertinggi pada jam yang sama sejak 1977.

Sebanyak 16,7 persen pemilih menggunakan hak mereka dalam tiga jam pertama. Itu merupakan indikasi partisipasi warga terbaik sejak 1981. 

BBC melaporkan bahwa sekitar 70.000 diaspora terbang pulang dari luar negeri untuk memilih. Sementara, AP mencatat sekitar 330.000 pemilih pemula ikut menyuarakan aspirasi mereka. 

Mereka ingin ikut menentukan masa depan Israel setelah dibelit banyak persoalan besar dewasa ini. Mulai dari keamanan hingga perdebatan mengenai kewajiban dinas militer. 

BACA JUGA:Pertama Kali, Militer Israel Akui Menembak Mobil yang Ditumpangi Hind Rajab

BACA JUGA:Netanyahu Tolak Rencana Trump untuk Gaza, Israel Tak Akan Tarik Pasukan

Isu-isu tersebut menjadi sasaran kritik terhadap pemerintahan Netanyahu sekaligus menguji tawaran politik kubu oposisi. 

Rakyat Israel Muak pada Netanyahu?

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: