Israel Terancam Konflik Sipil, Laporan Rahasia CIA Ungkap Risiko Perpecahan Internal
Perdana menteri Israel Benjamin Netanyahu menyampaikan pidato dalam Sidang Umum PBB di New York, 24 September 2026.--UN Web TV
HARIAN DISWAY - Israel disebut menghadapi risiko krisis internal yang dapat berkembang menjadi konflik sipil, bahkan mengancam stabilitas institusi negara.
Peringatan tersebut muncul dalam pemberitaan mengenai laporan rahasia Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat (CIA) yang menyoroti semakin tajamnya perpecahan politik, tekanan ekonomi, dan kelelahan militer setelah bertahun-tahun terlibat konflik di kawasan.
Laporan yang disebut disusun pada Agustus 2026 itu berjudul Fracture from Within atau Retak dari Dalam.
Drop Site News, dalam laporan yang diterbitkan bersama Capital & Empire pada 5 Oktober 2026, menyebut penilaian tersebut dibuat oleh unit Red Cell CIA.
BACA JUGA:Kecam Sekutu dalam Sidang PBB, Netanyahu Benarkan Pendudukan Israel Atas Gaza
Unit ini bertugas menguji asumsi yang sudah umum digunakan dan mengembangkan analisis alternatif mengenai berbagai risiko strategis.
Mengutip dua sumber Amerika Serikat yang mengetahui isi dokumen tersebut, Drop Site News melaporkan bahwa para analis CIA menilai sejumlah persoalan di Israel berpotensi saling memperburuk.
Persoalan itu meliputi meningkatnya biaya perang, tekanan ekonomi, kelelahan tentara cadangan, perselisihan wajib militer, kekerasan pemukim di Tepi Barat, serta ketidakstabilan politik di bawah pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.
BACA JUGA:Pertama Kali, Militer Israel Akui Menembak Mobil yang Ditumpangi Hind Rajab
Salah satu sumber intelijen AS yang dikutip dalam laporan tersebut memperingatkan bahwa Israel mungkin hanya berjarak satu pemicu dari konflik internal yang nyata.
Meski demikian, dokumen lengkap itu belum dipublikasikan secara terbuka. CIA juga belum memberikan tanggapan atas permintaan konfirmasi Drop Site News.
Karena itu, penilaian tersebut perlu dipahami sebagai laporan yang diberitakan berdasarkan keterangan sumber, bukan bukti bahwa perang saudara atau keruntuhan negara Israel pasti akan terjadi.
Salah satu persoalan utama yang disoroti dalam laporan tersebut adalah dampak berkepanjangan dari operasi militer Israel di Gaza, Lebanon, dan Iran terhadap kehidupan masyarakat di dalam negeri.
BACA JUGA:Serangan Udara Israel Tewaskan 11 Orang di Lebanon Selatan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: disway