Senja Kala Delapan WNI yang Terseret Perang Rusia-Ukraina
ILUSTRASI Senja Kala Delapan WNI yang Terseret Perang Rusia-Ukraina.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway-
Prang Rusia-Ukraina yang selama ini terasa jauh dari Indonesia mendadak menjadi lebih dekat. Pada akhir Agustus lalu, Dinas Intelijen Luar Negeri Ukraina (Foreign Intelligence Services of Ukraine/FISU) merilis informasi mengenai delapan WNI yang disebut terlibat sebagai kombatan asing di pihak angkatan bersenjata Federasi Rusia.
Informasi tersebut segera memantik perhatian semua pihak, khususnya pemerintah. Jakarta sendiri menyatakan masih mencermati data dari otoritas Ukraina. Sementara itu, isu tersebut juga dibahas parlemen. Rusia membantah melakukan perekrutan khusus terhadap WNI. Meski begitu, Moskow mengakui keterlibatan warga negara asing dalam struktur militer Rusia.
Kasus itu bukan yang pertama terjadi. Publik sebelumnya mendengar kasus Satria Arta Kumbara, mantan anggota Marinir TNI AL, serta Bripda Muhammad Rio, mantan personel Brimob Polda Aceh, yang menjadi kombatan dalam perang Rusia-Ukraina.
Meski demikian, untuk pengungkapan delapan WNI kali ini, jumlahnya lebih besar dan informasi mengenai identitas mereka justru datang dari intelijen negara yang sedang berperang melawan Rusia.
BACA JUGA:Perang di Kepala Kita
BACA JUGA:Serangan Rusia Makin Dekat ke Wilayah NATO, Drone Hantam Perbatasan Ukraina-Polandia
Hal yang membuat persoalan itu menarik bukan semata-mata keberadaan delapan WNI di tengah medan perang Ukraina. Jauh lebih penting untuk mengetahui bagaimana cara mereka sampai ke sana dan bagaimana seharusnya negara merespons aktivitas mereka.
Apakah mereka memang berangkat dengan kesadaran penuh untuk menjadi kombatan? Ataukah, mereka berangkat ke Rusia untuk tujuan lain, lalu terseret ke dalam kontrak militer yang tidak sepenuhnya mereka pahami? Jawaban atas pertanyaan tersebut akan menentukan bagaimana negara seharusnya memperlakukan mereka.
Penipuan Kerja atau Kontrak Militer?
Perang Rusia-Ukraina yang telah berlangsung lebih dari empat tahun tentu menuntut sumber daya manusia dalam jumlah besar. Keterlibatan warga negara asing dalam konflik Rusia-Ukraina juga bukan sesuatu yang tidak lumrah.
Tawaran gaji, tunjangan sosial, hingga kemungkinan memperoleh paspor negara Rusia disebut sebagai sejumlah faktor yang menarik untuk warga negara asing menandatangani kontrak militer.
BACA JUGA:Drone Rusia Serang Mall Kryvyi Rih di Ukraina, 16 Orang Tewas
BACA JUGA:Rudal Flamingo Ukraina Hantam Pusat Produksi Roket Rusia dan Pangkalan MiG-31
Namun, proses perekrutan personel militer di medan perang tidak selalu berlangsung dalam kondisi yang transparan. Seseorang bisa saja secara sadar menandatangani kontrak dan memilih bergabung dengan militer suatu negara.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: