Beking Menteri
ILUSTRASI Beking Menteri.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway-
Erick, misalnya, bisa saja out dari kabinet setelah BUMN berubah menjadi Danantara. Yang terjadi, Prabowo mengakomodasi Erick sebagai menteri pemuda dan olahraga.
Sementara itu, Purbaya tidak berada dalam empat kelompok di atas. Bukan wakil parpol, juga bukan dari ormas. Namanya juga tak terdengar di tim sukses Prabowo. Bukan orang Jokowi.
Andai ia menjadi satu bagian di antara keempat kelompok tersebut, tentu pergantiannya akan alot. Kalaupun diganti dari menkeu, Purbaya akan mendapat kursi lain yang setara.
Juga, pergantiannya tak sekaget ini. Sedang mengikuti rapat di parlemen, dikabari pencopotannya. Rapat dihentikan. Sekali lagi, jika Purbaya kader parpol, para politikus akan meneriakkan cara pencopotan itu. Yang terjadi sekarang, yang komen hanya suporter Purbaya di medsos.
Posisi para menteri yang punya basis dukungan atau beking, kenyataannya nyaris tak tersentuh pergantian. Presiden hanya utak-atik rotasi. Kalaupun mereka harus keluar dari kabinet, pintunya bila mereka menjadi tersangka.
Begitu ada jeratan hukum, mereka mundur. Atau, dimundurkan. Kasus Menpora Imam Nachrowi, Menkomdigi Joni G. Plate, atau Mentan Yasin Limpo. Terakhir Kepala BGN Dadang Hindayana.
Sekarang kabinet mendapat ujian. KPK melakukan OTT terhadap pejabat Kementerian ATR/BPN. Delapan tersangka, termasuk seorang dirjen, kepala BPN Bogor, kepala BPN Tangerang, dan pihak swasta. Barang bukti Rp106 miliar.
Kita tetap berpegang pada asas praduga tak bersalah terhadap Menteri ATR/BPN Nusron Wahid.
Namun, muncul berbagai spekulasi setelah Plt Direktur Penyidikan KPK Ahmad Taufik menyebut empat dari delapan tersangka adalah orang kepercayaan Menteri Nusron. Orang dekat menteri itu termasuk tersangka yang memegang barang bukti ratusan miliar itu.
Apakah Nusron hanya akan jadi saksi? Atau, apakah menjadi tersangka sehingga harus melepaskan jabatan menterinya? Atau, dinyatakan tak terlibat.
Hanya referensi, kalau tolok ukur ”beking” di kabinet, Menteri Nusron sangat kuat. Bekingnya tiga lapis.
Pertama, dari sisi parpol, Nusron adalah ketua DPP Partai Golkar. Kedua, dari sisi ormas, ia salah seorang elite PBNU. Ketiga, ia adalah sekretaris Tim Sukses Prabowo-Gibran.
Kita tunggu saja perkembangannya. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: