Prediksi IPOT Pekan Ini, IHSG Masuk Area Konsolidasi
Kendati sempat beberapa kali berfluktuasi, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mengakhiri sesi perdagangan pekan lalu dengan menguat tipis sebanyak 65,94 poin, atau setara dengan 1,04 persen ke level 6.409,65.-dok disway-
JAKARTA, HARIAN DISWAY- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang perdagangan pekan lalu tertekan di zona merah, Senin 21 September 2026.
Koreksi tajam itunmembawa indeks masuk ke area konsolidasi di tengah sentimen pengetatan moneter global dan dinamika pasar domestik.
Berdasarkan data perdagangan periode 14–18 September 2026, IHSG terkoreksi -1,53 persen ke level 6.441,16 dari posisi 6.541,38 pada pekan sebelumnya. Pelemahan tersebut turut menggerus kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) sebesar 1,58 persen menjadi Rp11.266 triliun.
Tekanan pasar kian nyata dengan adanya arus keluar dana asing (net sell) sekitar Rp2,9 triliun dalam sepekan. Sehingga akumulasi net sell asing sepanjang tahun 2026 telah mencapai Rp74,36 triliun.
BACA JUGA:IHSG Loyo, Investor Wajib Waspadai Sentimen Suku Bunga Global Pekan Ini
BACA JUGA:IHSG Mulai Tunjukkan Tren Buying Bias September Ini
Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) Brigita Kinari mengungkapkan, pergerakan pasar global sepekan terakhir diwarnai pengetatan moneter serentak.
The Fed menaikkan suku bunga 25 bps ke kisaran 3,75–4,00 persen, sementara Bank of Japan (BoJ) mendongkrak suku bunga menjadi 1,25 persen atau level tertinggi dalam tiga dekade.
"Kondisi ini memicu peningkatan risiko carry trade unwind pada emerging market," katanya Senin, 21 September 2026.
Dari dalam negeri, pasar merespons transisi kepemimpinan Kementerian Keuangan di bawah Suahasil Nazara. BI Rate diproyeksikan naik. Eksekusi rebalancing indeks FTSE Russell pun bakal terdampak.
BACA JUGA:Analisis Pasar IPOT: IHSG Bertahan di MA20, Cek Daftar Saham Pilihan Pekan Ini
BACA JUGA:Analisis IHSG Senin: Pasar Masih Dalam Fase Wait and See, Tunggu Rilis Data Inflasi AS
Secara teknis, posisi IHSG saat ini berada di bawah MA5 dan MA20 yang mengindikasikan bahwa tekanan jual jangka pendek masih mendominasi. Kendati demikian, indeks terpantau masih bertahan di atas MA60.
"Selama IHSG mampu bertahan di atas level 6.370, peluang technical rebound ke area 6.541–6.581 tetap terbuka," ujar Brigita.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: