IHSG Mulai Tunjukkan Tren Buying Bias September Ini
Kendati sempat melonjak tajam, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru kembali ambruk hingga menutup sesi perdagangannya pada Rabu (19/08) lalu dengan melemah sebanyak 55,71 poin, atau setara dengan 0,86 persen ke level 6.394,12. -dok disway-
JAKARTA, HARIAN DISWAY - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Agustus 2026 berakhir dengan catatan manis. Pasar saham domestik mengalami kenaikan hingga 4,52 persen sepanjang bulan lalu dan ditutup pada level 6.518 pada Jumat, 28 Agustus 2026.
Performa itu sekaligus mempertegas tren pemulihan indeks setelah sempat terperosok ke titik terendahnya di level 5.317 pada Juni 2026 lalu.
Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) Hari Rachmansyah menilai, penguatan dua bulan berturut-turut tersebut menunjukkan kembali terbentuknya buying bias serta memperkuat struktur uptrend jangka panjang.
"Kepercayaan pelaku pasar kembali pulih seiring meredanya sentimen ketidakpastian domestik," katanya pada Senin, 31 Agustus 2026.
BACA JUGA:Analisis IHSG Senin: Pasar Masih Dalam Fase Wait and See, Tunggu Rilis Data Inflasi AS
BACA JUGA:IHSG Menguat Tipis di Awal Agustus 2026, Pantau Sejumlah Saham Potensial Berikut Ini
Dari dalam negeri, suksesi gubernur Bank Indonesia (BI) memberikan angin segar bagi pasar. Pencalonan Destry Damayanti telah mengantongi persetujuan Komisi XI DPR RI.
Langkah bank sentral mempertahankan BI-Rate pada level 5,75 persen juga terbukti efektif menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah dinamika global.
Bahkan, gejolak singkat akibat aksi unjuk rasa yang memicu koreksi pada 26 Agustus 2026 lalu langsung terbayar tuntas oleh rebound tajam 1,81 persen pada hari berikutnya.
Meski demikian, investor diimbau tetap mewaspadai sentimen global pada awal September.
BACA JUGA:Destry Damayanti Jadi Calon Tunggal Gubernur BI, Prabowo sudah Kirim ke DPR RI
BACA JUGA:Destry Damayanti Diusulkan Jadi Gubernur BI, Mensesneg Serahkan Surpres ke DPR
Pernyataan bernada hawkish (pengetatan) dari pejabat The Fed, Kevin Warsh, mengisyaratkan bahwa suku bunga acuan AS berpotensi bertahan tinggi lebih lama (higher for longer).
Hal itu dipicu oleh inflasi Personal Consumption Expenditure (PCE) AS yang berada di level 3,7 persen YoY, masih di atas target 2 persen.
Selain itu, aksi rebalancing indeks MSCI dan FTSE Russell juga berpotensi memicu volatilitas transaksi harian.
Secara teknis, IHSG pekan ini diproyeksikan bergerak Neutral to Bullish. Selama indeks mampu bertahan di atas area support 6.454, peluang breakout menembus resistance 6.537 menuju target 6.822 makin terbuka.
BACA JUGA:Saham BMRI Melemah ke Rp4.200, Polemik Rekening Mas Botok Jadi Sorotan
BACA JUGA:Laba Samsung Melonjak Berkat Permintaan AI, Namun Harga Saham Justru Melemah
Merespons momentum tersebut, IPOT merekomendasikan strategi akumulasi bertahap pada saham-saham pilihan yang ditopang aksi smart money dan tren uptrend:
PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI): Rekomendasi buy pada level Rp10.225 dengan target harga Rp10.525 dan stop loss Rp10.050. Saham ini mencatatkan akumulasi smart money hingga Rp112,1 miliar dalam sepekan.
PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG): Rekomendasi buy pada level Rp25.650 dengan target harga Rp26.425 dan stop loss Rp25.375. Pergerakan harga konsisten di atas rata-rata indikator teknikal EMA.
PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM): Rekomendasi buy pada level Rp8.050 dengan target harga Rp8.300 dan stop loss Rp7.900. Tren jangka panjang uptrend didukung aksi akumulasi asing. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: