Purbaya atau Suahasil? Gak Penting!
ILUSTRASI Purbaya atau Suahasil? Gak Penting!.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway-
Ketika Hunt membatalkan sebagian besar agenda fiskal kontroversial tersebut, pound sterling dan pasar obligasi menggeliat positif. Bahkan, ketika sang PM akhirnya mengundurkan diri, pound sterling justru menguat dan imbal hasil obligasi pemerintah menurun.
Pesannya sangat jelas: pasar dapat ”menghukum” seorang pejabat, tetapi sesungguhnya yang sedang dihukum adalah kebijakan yang direpresentasikannya.
Negara dengan institusi yang kuat mampu mengganti menteri keuangan maupun gubernur bank sentral tanpa menimbulkan kepanikan sistemik. Justru di sinilah ukuran kualitas institusi ekonomi sebuah negara dapat dicermati.
Jika pergantian satu pejabat langsung mengguncang pasar, terdapat kemungkinan bahwa institusi terlalu personalistik dan kredibilitas kebijakan terlalu sentralistik kepada figur.
Sebaliknya, jika pergantian pejabat berlangsung mulus karena pasar percaya bahwa institusi, aturan, dan mekanisme pengambilan keputusan tetap berjalan, berarti negara memiliki institutional credibility yang lebih kuat.
Karena itu, investor sebenarnya tidak ambil pusing: ”Purbaya atau Suahasil”, ”menteri A atau menteri B”, ataupun ”gubernur bank sentral A atau B”. Mereka sedang menjawab pertanyaan yang jauh lebih fundamental: Apakah negara ini masih dapat dipercaya ketika orang yang memegang kemudinya berubah?
Itulah alasan mengapa pasar selalu mencermati dengan saksama adanya reshuffle. Bukan karena pasar memuja individu, melainkan karena pergantian tersebut merupakan pintu masuk untuk membaca arah kebijakan negara.
Pasar yang sehat bukan pasar yang tidak bereaksi terhadap pergantian pejabat. Pasar yang sehat adalah pasar yang mampu membedakan antara pergantian orang dan perubahan kebijakan.
Pun, bagi pemerintah, pelajarannya jauh lebih penting: jangan membangun kredibilitas ekonomi hanya dengan mengandalkan reputasi seorang pejabat. Membangun institusi yang trustable bahkan ketika pejabatnya pergi merupakan garansi terciptanya respons pasar yang akomodatif. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: