Gadis Wajah Innocent Lakukan Pembunuhan Brutal di Gresik: Mitos Sosok Polos

Gadis Wajah Innocent Lakukan Pembunuhan Brutal di Gresik: Mitos Sosok Polos

ILUSTRASI Gadis Wajah Innocent Lakukan Pembunuhan Brutal di Gresik: Mitos Sosok Polos.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway-

Ini jarang terjadi. Cewek Ira, 22, berpostur kurus, tinggi sekitar 157 sentimeter, wajah oval cantik, imut, innocent, berambut hitam lurus digelung, mampu menusuk leher pacarnyi, Muhammad Firdiansyah, 23, hingga tewas di Gresik, Jatim, Sabtu, 3 September 2026.

KASUS ini membuktikan bahwa anggapan umum tentang cewek cantik, imut, innocent, tidak mungkin melakukan tindak kekerasan adalah keliru. Tersangka Ira mampu menyerang, berduel, bergumul, akhirnya menghabisi pacarnyi dengan dua pisau.

Kapolsek Menganti AKP Arif Rahman kepada wartawan, Sabtu, 3 Oktober 2026, menceritakan, polisi menerima laporan pembunuhan itu dari pelaku sendiri yang menelepon saluran khusus polisi 110. Pelaku menyerahkan diri.

Konstruksi perkara demikian: Firdiansyah anak Lurah Sumberejo, Surabaya, Rois Yunianto yang mukim di Sememi Jaya, Kecamatan Benowo, Surabaya. Ia diserahi bisnis berupa toko material bangunan Al Inayah 3 di Desa Randupadangan, Kecamatan Menganti, Gresik.

BACA JUGA:Pembunuhan Brutal Istri Dokter di Cirebon: 20 Menit Eksekusi

BACA JUGA:Pembunuhan Brutal di Dusun Seriwang, Lampung: Akibat Dendam Kesumat

Ira adalah tetangga satu RT dengan Firdiansyah di Sememi Jaya. Firdiansyah dan Ira berpacaran sejak setahun terakhir. 

Menurut Ira, dia sudah tunangan dengan Firdiansyah. Sebaliknya, menurut paman korban Suwari, mereka belum bertunangan. ”Cuma, mereka dekat, sering kumpul jadi satu,” ungkapnya.

Sejak setahun terakhir, Ira membantu pekerjaan sehari-hari Firdiansyah mengelola toko material itu. Belum diungkap polisi, apakah Ira sebagai pegawai atau bukan. 

Ira kepada wartawan Sabtu, 3 Oktober 2026 (beberapa saat sebelum dia digelandang polisi ke kantor polisi), menceritakan kronologi singkat kejadian itu. Kejadiannya dramatis, mirip di film-film laga.

Ira: ”Saya sudah berada di situ (toko material bangunan Al Inayah 3, Red) sejak kemarin siang (Jumat, 2 Oktober 2026). Saya menginap di situ bersamanya (korban). Pas paginya, saya tusuk lehernya dengan pisau.”

BACA JUGA:Perampokan Disertai Pembunuhan di Lampung, Anomali: Bunuh Dulu, Baru Rampok

BACA JUGA:Pembunuhan di Antara Tiga Sekawan di Langkat, Sumut: Efek Kejahatan Iblis

Pisau diambil Ira dari toko itu. Sekaligus dua pisau. Dia pegang di tangan kiri dan kanan, saat dia mendatangi korban yang tiduran di kasur, di dalam toko bangunan tersebut. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: