Pansus CSR DPRD DKI Apresiasi Biodigester Bank Jakarta
Salah satu program CSR di DKI berwujud pengolahan sampah -Bank Jakarta-
JAKARTA, HARIAN DISWAY — Pengolahan sampah organik menjadi energi terbarukan mulai diterapkan di lingkungan rumah susun. Fasilitas biodigester komunal di Rusunawa Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara, mampu mengubah sampah sisa dapur warga menjadi biogas sekaligus menghasilkan pupuk organik.
Inovasi tersebut mendapat apresiasi dari Panitia Khusus Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (Pansus CSR/TJSL) DPRD Provinsi DKI Jakarta saat melakukan kunjungan kerja, Senin, 5 Oktober 2026.
Ketua Pansus CSR/TJSL DPRD DKI Jakarta Ghozi Zulazmi mengatakan, pengolahan sampah dari sumbernya menjadi penting mengingat sebagian besar timbunan sampah berasal dari aktivitas rumah tangga.
"Sekitar 60 persen sampah kita itu organik dari dapur atau rumah tangga yang memang butuh pengolahan khusus," ujar Ghozi di Rusunawa Rorotan.
BACA JUGA:Bank Jakarta - PT SMI Kucurkan Rp2,11 Triliun untuk Infrastruktur Jakarta
BACA JUGA:Direktur Bank Jakarta Basaria Martha Raih Apresiasi Perempuan Berpengaruh 2026
Menurut dia, keberadaan biodigester memungkinkan sampah organik diolah langsung di lingkungan permukiman. Hasil pengolahannya berupa biogas dapat dimanfaatkan kembali oleh penghuni rusun sebagai bahan bakar untuk memasak.
Peninjauan tersebut turut dihadiri Kepala Pokja Pengembangan Ekonomi Sirkular Direktorat Pengurangan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup (KLHK) Asep Setiawan dan Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Utara Edy Mulyanto.
Ghozi mengatakan, kunjungan itu juga merupakan bagian dari fungsi pengawasan DPRD terhadap pelaksanaan program CSR/TJSL perusahaan, termasuk BUMD DKI Jakarta. Pansus saat ini juga mendorong pembentukan peraturan daerah (Perda) tentang CSR sebagai payung hukum yang lebih kuat.
"Mindset selama ini CSR adalah bentuk sukarela atau hadiah. Padahal sebenarnya TJSL ini adalah bentuk kewajiban yang dilakukan oleh perusahaan, termasuk BUMD," katanya.
BACA JUGA:Bank Jakarta Raih Corporate Secretary Champion 2026, Perkuat Tata Kelola dan Komunikasi Korporasi
BACA JUGA:Bank Jakarta Punya 243 Sentra Mikro, Pembiayaan Pedagang Pasar Tembus Rp326 Miliar
Ghozi berharap program serupa tidak berhenti di Jakarta Utara. Penerapan biodigester, menurut dia, dapat diperluas ke wilayah lain, terutama kawasan dengan tingkat kepadatan penduduk tinggi.
Direktur Utama Bank Jakarta Agus H Widodo mengatakan, pembangunan fasilitas biodigester merupakan bagian dari komitmen perseroan dalam membangun ekosistem pengelolaan sampah berkelanjutan di Jakarta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: