Menjelajah Lautan Teduh (21): Keyakinan Faith

Menjelajah Lautan Teduh (21): Keyakinan Faith

PEMERIKSAAN FAITH pada CT Scan di KRI dr Wahidin Sudirohusodo-991, Sabtu 3 Oktober 2026.-DOAN WIDHIANDONO-HARIAN DISWAY-

"Kata dokter di sini, tidak ada masalah apa pun. Nanti sembuh sendiri," ucap Luciano.

Dengan faith bahwa sang anak bakal sembuh, Luciano pun membawa Faith ke KRI dr Wahidin Sudirohusodo-991. la tahu bahwa peralatan di kapal rumah sakit itu cukup komplet. Dokternya juga kompeten.

Akhirnya, diagnosis pun keluar. Diagnosis yang bisa ditegakkan dan dipertanggungjawabkan berkat pemeriksaan mendalam.


HARAPAN Luciano terus menyala saat menunggui anaknya diperiksa.-RIZKYA DWIJAYANTI-

Hasilnya?

Ada tumor jinak di tulang kaki Faith....

"Di satu sisi, kami lega bisa menegakkan diagnosis. Di sisi lain juga sedih. Nanti bagaimana pengobatan selanjutnya? Mengingat, fasilitas rumah sakit di Vanuatu tidak selengkap di negara lain," ucap dr Krisna yang memeriksa Faith.

Ya, untuk pengobatan lanjutan yang lebih modern, warga Vanuatu kerap harus ke luar negeri. Bisa ke Australia. Bahkan ke India.

Untuk tumor jinak di tulang seperti itu, biasanya tim dokter akan melakukan ablasi. Ini adalah "pembakaran" tumor agar tidak terus berkembang. Atau, tulang dikerok lalu ditutup memakai semen.

Namun, pengobatan seperti itu tampaknya sulit terlaksana di Vanuatu. Mengingat, tak semua rumah sakit punya fasilitasnya.

Padahal, fasilitas di KRI dr Wahidin Sudirohusodo-991 setara dengan rumah sakit tipe B. Artinya, di Indonesia ada banyak rumah sakit yang jauh lebih lengkap. Meski begitu, kapal bantu rumah sakit tersebut tetap lebih komplet ketimbang banyak rumah sakit di Vanuatu.

Dokter Krisna mengatakan bahwa peranti CT Scan di kapal tersebut memang bukan yang terbaru. Tetapi itu sudah lebih dari cukup untuk melakukan diagnosis. Dan itu 

sudah dirasakan manfaatnya oleh warga Vanuatu.


BINAR MATA FAITH di samping Luciano, ayahnya, setelah menjalani pemeriksaan.-RIZKYA DWIJAYANTI-

"Saya observasi alat ini dalam perjalanan dari Jakarta ke Sorong. Dan para radiolog di sini sangat membantu. Mas Khairul ini, misalnya. Dia ABK merangkap radiolog," kata pria 38 tahun yang sudah 6 tahun menjadi spesialis radiologi tersebut sembari menunjuk Khairul yang sedang bertugas di kapai

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: