Sosok Pejuang Hak Difabel Jatim, Abdul Majid Terima Lencana Jer Basuki Mawa Beya

Sosok Pejuang Hak Difabel Jatim, Abdul Majid Terima Lencana Jer Basuki Mawa Beya

Sosok inspirasional, Abdul Majid, Terima Lencana Jer Basuki Mawa Beya, berhasil kawal perda disabilitas hingga sah, Senin, 12 Oktober 2026-Abdul Majid-

SURABAYA, HARIAN DISWAY - Ketua LIRA Disability Care Indonesia sekaligus Koordinator Koalisi Difabel Jawa Timur, Abdul Majid, S.E., M.KP., menerima penghargaan Lencana Jer Basuki Mawa Beya dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur.

Penghargaan tersebut disematkan secara langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, didampingi Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, pada Senin, 12 Oktober 2026. Abdul Majid menjadi salah satu dari penerima atas kontribusi mereka bagi Jawa Timur. 

Abdul Majid dinilai memiliki kiprah dalam mendorong penghormatan, perlindungan, dan pemenuhan hak penyandang disabilitas, termasuk melalui advokasi kebijakan inklusif.

Bersama Koalisi Difabel Jawa Timur, ia turut mengawal pembentukan Peraturan Daerah tentang Penghormatan, Pelindungan, dan Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas di Jawa Timur yang ditetapkan pada September 2026.

BACA JUGA:Perda Disabilitas Jatim Resmi Disahkan, Pemprov Siapkan Aturan Teknis dan Pergub

BACA JUGA:DPRD Jawa Timur Dorong Penyusunan Tiga Pergub untuk Implementasi Perda Disabilitas di Surabaya


Abdul Majid saat konferensi pers mendampingi para kawan difabel soal hak ketenagakerjaan-Abdul Majid-

Usai menerima penghargaan, Abdul Majid yang juga sebagai pengurus Ikatan Alumni Ikatan Senat Mahasiswa Ekonomi Indonesia (IKA – ISMEI) Jatim itu menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur, bahwa penghargaan tersebut menjadi dorongan untuk memperkuat perjuangan hak-hak penyandang disabilitas.

“Penghargaan ini bukan untuk saya, tapi untuk seluruh komunitas dan organisasi penyandang disabilitas yang selama ini bekerja bersama memperjuangkan kesetaraan. Tantangan berikutnya adalah memastikan perda disabilitas benar-benar dilaksanakan melalui kebijakan, anggaran, dan pelayanan publik yang inklusif,” ujar Abdul Majid, Rabu, 14 Oktober 2026.

Ia berharap penghargaan tersebut semakin memperkuat kolaborasi antara pemerintah, DPRD, organisasi penyandang disabilitas, dan masyarakat sipil agar tidak ada penyandang disabilitas yang tertinggal dalam pembangunan di jawa timur.

Sementara itu, Gubernur Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi sinergi berbagai pihak dalam mendukung pembangunan Jawa Timur. Dalam peringatan Hari Jadi ke-81, Khofifah menegaskan bahwa capaian pembangunan merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen masyarakat.

BACA JUGA:Raperda Disabilitas Jatim: Pemprov dan BUMD Wajib Pekerjakan Penyandang Disabilitas Minimal 2%

BACA JUGA:Perusahaan Tak Penuhi Kuota Pekerja Disabilitas, Pemprov Jatim Berhak Cabut Izin Usahanya

“Sinergi di antara semua, insyaallah telah menghasilkan capaian-capaian signifikan. Kita akan terus melakukan lebih baik dan lebih bermanfaat lagi,” kata Khofifah, pada sambutannya di Gedung Negara Grahadi Surabaya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: