AI dan Kekuasaan Dunia

AI dan Kekuasaan Dunia

ILUSTRASI AI dan Kekuasaan Dunia.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway-

Bagi ASEAN, tantangannya bahkan lebih besar. Kerja sama dalam talenta, standar AI, keamanan data, pusat komputasi, semikonduktor, energi, dan riset dapat menciptakan ruang strategis agar Asia Tenggara tidak hanya menjadi pasar bagi kompetisi teknologi negara-negara besar.

Di sinilah konsep technological agency menjadi penting. Menggunakan teknologi tidak selalu berarti menguasai teknologi. Sebuah negara dapat menggunakan AI paling mutakhir sekalipun tetap bergantung pada cip, pusat data, platform, atau infrastruktur yang dikendalikan pihak lain.

Technological agency berarti kemampuan untuk ikut menentukan bagaimana teknologi dikembangkan, infrastruktur apa yang dibangun, dan standar apa yang digunakan.

Kembali kepada robot humanoid di panggung America’s Got Talent. Yang terlihat adalah tubuh mesin yang bergerak seperti manusia. Yang tidak terlihat justru lebih menentukan: cip, data, energi, pusat komputasi, modal, pengetahuan, dan keputusan politik di belakangnya.

Robot itu bukan akhir dari cerita AI. Ia adalah ujung yang paling terlihat dari sebuah struktur kekuasaan yang jauh lebih besar.

Karena itu, pertanyaan tentang masa depan AI tidak cukup dijawab dengan kapan mesin menjadi makin mirip manusia. Pertanyaan yang lebih menentukan adalah siapa yang memiliki kemampuan untuk menentukan arah teknologi tersebut dan siapa yang hanya menjadi penggunanya?

Pada abad AI, kekuasaan dunia makin ditentukan bukan hanya oleh wilayah, senjata, atau modal, melainkan juga oleh siapa yang mampu menguasai infrastruktur, pengetahuan, dan akses terhadap teknologi yang digunakan dunia.

Pertarungan sesungguhnya mungkin bukan antara manusia dan mesin, melainkan mengenai siapa yang memiliki kapasitas untuk menentukan masa depan teknologi. (*)

*) Eko Ernada adalah dosen hubungan internasional, Universitas Jember dan wakil rektor Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Timur.

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: