AI dan Kekuasaan Dunia

AI dan Kekuasaan Dunia

ILUSTRASI AI dan Kekuasaan Dunia.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway-

BAYANGKAN sebuah robot humanoid berdiri di atas panggung America’s Got Talent. Ia bergerak mengikuti musik, melakukan koreografi yang selama ini identik dengan kemampuan tubuh manusia. Penonton bersorak. Kamera menangkap ekspresi kagum. Kita melihat mesin yang makin menyerupai manusia.

Pemandangan semacam itu mudah membawa kita pada pertanyaan: apakah suatu hari mesin akan makin cerdas dan otonom? Pertanyaan tersebut penting. Namun, ada pertanyaan lain yang lebih dekat dengan persoalan dunia hari ini: siapa yang membuat teknologi itu mungkin dan siapa yang menguasainya?

Pada Juni 2026, delapan robot humanoid G1 produksi Unitree Robotics, perusahaan robotika asal Tiongkok, tampil bersama penari Wu Yufei di America’s Got Talent. Mereka menampilkan tari, bela diri, dan akrobatik secara sinkron. Penampilan itu mendapat respons positif dari seluruh juri. Beberapa bulan kemudian, robot-robot tersebut kembali tampil dan memperoleh Live Golden Buzzer dari Sofia Vergara.

Mengapa pertunjukan televisi Amerika Serikat dengan robot buatan Tiongkok relevan bagi politik dunia?

BACA JUGA:AI: Teman Belajar atau Jalan Pintas?

BACA JUGA:Ketika AI Menentukan Isi Piring: Sisi Gelap di Balik Digitalisasi Bansos 2026

Sebab, yang tampil di panggung hanyalah bagian paling terlihat dari sistem teknologi yang jauh lebih besar. Di balik beberapa menit pertunjukan terdapat algoritma, sensor, prosesor, cip, data, pusat komputasi, energi, modal, pengetahuan, dan rantai pasok lintas negara.

Dari sini, persoalan AI bergeser. Ia bukan lagi semata-mata tentang kecerdasan mesin, melainkan juga tentang infrastruktur di balik kecerdasan tersebut. Ketika infrastruktur itu terkonsentrasi pada perusahaan, negara, dan wilayah tertentu, AI bersentuhan langsung dengan persoalan kekuasaan.

AI, dengan demikian, bukan sekadar persoalan kecerdasan. Ia adalah persoalan kekuasaan.

Laporan AI Index 2026 menunjukkan konsentrasi tersebut. Amerika Serikat memiliki 5.427 pusat data, lebih dari sepuluh kali jumlah di negara berikutnya. 

BACA JUGA:Era Digital: Orang Tua Dikerjai AI, Anak Curhat ke AI

BACA JUGA:Paradoks Label AI: Ketika Transparansi Tidak Menjamin Kejujuran

Hampir seluruh cip AI terdepan dunia diproduksi oleh satu perusahaan Taiwan, TSMC. Dunia AI yang tampak virtual ternyata berdiri di atas fondasi material: cip, listrik, pusat data, dan rantai pasok.

Persaingan Amerika Serikat dan Tiongkok memperlihatkan bahwa AI juga menjadi bagian dari kompetisi kekuatan. AI Index mencatat kesenjangan performa model kedua negara makin menyempit. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: