Garuda, Naturalisasi, dan Rasa Indonesia

Garuda, Naturalisasi,  dan Rasa Indonesia

ILUSTRASI Garuda, Naturalisasi, dan Rasa Indonesia.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway-

Elkan Baggott, beribu WNI, justru tidak melalui naturalisasi. Jangan menyamaratakan semua pemain diaspora. 

Tetangga kita pun menggunakan jalur serupa. Malaysia pernah diperkuat Mohamadou Sumareh asal Gambia, Sergio Aguero asal Argentina, Paulo Josue dan Guilherme de Paula asal Brasil, serta Romel Morales asal Kolombia. 

Vietnam mempunyai Nguyen Xuan Son atau Rafaelson, Do Hoang Hen atau Hendrio, dan Nguyen Tai Loc atau Geovane, semuanya kelahiran Brasil. Filipina mengandalkan diaspora seperti Neil Etheridge, berayah Inggris dan beribu Filipina, serta Gerrit Holtmann yang kelahiran Jerman dengan ibu Filipina. 

BACA JUGA:Timnas Indonesia Terus Tambah Naturalisasi, Erick Thohir Mau Seperti Jepang!

BACA JUGA:Timnas Indonesia Siap Naturalisasi Luke Vickery, Punya Darah Sumatera

Naturalisasi dan diaspora bukan monopoli Indonesia. 

Perbandingan dengan Malaysia, menarik. Pada 5 Maret 2026, CAS menegaskan pelanggaran pemalsuan dokumen dalam kasus tujuh pemain, termasuk Facundo Garces, Rodrigo Holgado, Imanol Machuca, Joao Figueiredo, Gabriel Arrocha dan Jon Irazabal, keduanya kelahiran Spanyol, serta Hector Hevel. 

Denda federasi sebesar 350.000 franc Swiss dipertahankan; larangan 12 bulan terhadap pemain dibatasi pada pertandingan resmi. Persoalannya pemalsuan dan ketidaklayakan, bukan karena mereka tidak berdarah Melayu. 

Malaysia sendiri masyarakat multietnis. Pemain tanpa leluhur setempat tetap dapat sah melalui jalur masa tinggal. Kita menolak kecurangan, bukan asal bangsa seseorang. 

Dunia sepak bola besar juga dibentuk perpindahan manusia. Prancis mempunyai Kylian Mbappe, berakar keluarga Kamerun dan Aljazair; Jerman pernah mengandalkan Miroslav Klose dan Lukas Podolski, kelahiran Polandia. Argentina memiliki Gonzalo Higuain, kelahiran Prancis, serta Nico Paz dan Giuliano Simeone yang kelahiran Spanyol. 

BACA JUGA:John Herdman Setuju Naturalisasi Indonesia Terus Dilanjutkan, Cari Pemain Asal Inggris

BACA JUGA:Timnas Indonesia Mau Naturalisasi Lagi, Dean Zandbergen Masuk Radar PSSI!

Maroko mengandalkan diaspora seperti Achraf Hakimi, kelahiran Madrid, dan Hakim Ziyech, kelahiran Belanda. Maroko mencapai semifinal Piala Dunia 2022 dan perempat final 2026. Namun, keturunan imigran, warga sejak lahir, dan pemain naturalisasi bukan kategori yang identik. Kesamaannya: kelahiran di luar negeri atau keluarga campuran tidak menghalangi pengabdian. 

Landasan Indonesia jelas. Pasal 20 UU Nomor 12 Tahun 2006 memungkinkan presiden memberikan kewarganegaraan kepada orang asing karena jasa atau kepentingan negara, setelah pertimbangan DPR, sepanjang tidak mengakibatkan kewarganegaraan ganda. 

Ada penelitian dokumen dan sumpah setia. Setelah sah menjadi WNI, mereka memiliki hubungan hak dan kewajiban dengan Indonesia. Mereka bukan warga sementara yang diterima hanya selama mencetak gol, berprestasi. Bahkan, kekalahan pertandingan dan tak pernah juara sekalipun tidak membatalkan kewarganegaraan. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: