Garuda, Naturalisasi, dan Rasa Indonesia
ILUSTRASI Garuda, Naturalisasi, dan Rasa Indonesia.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway-
Kita mempunyai pelajaran pahit. Susy Susanti dan Alan Budikusuma mempersembahkan emas Olimpiade Barcelona 1992, tetapi menghadapi persoalan Surat Bukti Kewarganegaraan Republik Indonesia. Susy mengaku hampir tujuh tahun menunggu dokumennya.
Mereka bukan atlet asing yang baru mencari paspor, melainkan anak Indonesia yang tersandung perlakuan diskriminatif. Merah Putih sudah mereka naikkan, pengakuan administratif justru tertinggal. Jangan mengulang luka itu melalui pengadilan asal-usul di media sosial.
Garuda sudah juara. Kini publiknya perlu menunjukkan kebesaran yang sama. Hormati warga yang berjuang membawa nama Indonesia, tanpa menuntut kemurnian darah atau kemenangan abadi. Mereka telah memilih, bersumpah, dan bekerja bersama kita.
Rasa Indonesia tumbuh melalui pengabdian. Tugas kita menyambutnya, bukan membuat mereka terus mengetuk pintu rumah yang secara sah sudah menjadi rumahnya. (*)
*) Ramadhan Pohan adalah mantan manajer timnas senior PSSI 2012 dan eks pimpinan Komisi I DPR RI.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: