Menjelajah Lautan Teduh (28): Kapal Kebanggaan yang Memikat

Menjelajah Lautan Teduh (28): Kapal Kebanggaan yang Memikat

PENJELASAN tentang piranti-piranti di anjungan oleh Letda Laut (T) Asadillah Sakti (kanan) kepada pengunjung oopen ship di Suva, Fiji.-SATGAS TERPADU PORT VISIT 2026-

Tidak hanya pelayanan Satgas Terpadu Port Visit 2026 yang menarik atensi publik di Vanuatu dan Fiji. Bahkan, KRI dr Wahidin Sudirohusodo yang membawa anggota satgas berlayar sejak 14 September 2026 pun menawarkan daya pikat sendiri.

SETIAP bersandar di dermaga, baik di Port Vila, Vanuatu; atau di Suva, Fiji, kapal buatan asli Indonesia itu memang terlihat menonjol. Ia kerap terlihat menjulang di antara kapal-kapal lain di sekitarnya. Warnanya putih dengan lambang palang merah besar di anjungan dan lambung-lambungnya.

Di Suva, misalnya, Ioanne Tomu, wartawan The Fiji Sun, langsung mengirim pesan kepada Doan Widhiandono, dosen Prodi Ilmu Administrasi, Universitas 17 Agustus 1945, yang menjadi anggota satgas. ’’Kapalmu besar banget. Langsung kelihatan di ujung jalan,’’ kata Ioanne yang sedang dalam perjalanan menuju kantornya itu.

Pengunjung yang berada di sekitar dermaga pun kerap memotret-motret kapal tersebut. Kagum.

Dan kekaguman itu langsung terbayar ketika mereka mengikuti kegiatan open ship, mengunjungi langsung KRI dr Wahidin Sudirohusodo. 

BACA JUGA:Menjelajah Lautan Teduh (27): Mengenal Indonesia lewat Dolanan

BACA JUGA:Tim PkM Untag Surabaya Kembangkan Digital Heritage Tari Tradisional di Sanggar Mugi Lestari

Memang, open ship memberi kesempatan warga di negara-negara Pasifik Selatan untuk melihat jerohan kapal bantu rumah sakit tersebut. Mereka dipandu menelusuri beberapa lorong dan dek kapal. Termasuk di anjungan.

Dari anjungan itulah awak KRI mengamati situasi sekitar, membaca perangkat navigasi, dan mengendalikan perjalanan kapal. 

Warga yang datang mendapat kesempatan melihat lebih dekat bagaimana sebuah kapal besar dioperasikan. Mereka bisa mengamati perangkat di anjungan, mendengarkan penjelasan prajurit, kemudian melanjutkan kunjungan ke dek terbuka di bagian belakang anjungan. Bisa berfoto-foto pula.

Bagi sebagian pengunjung, ini mungkin pengalaman pertama berada di dalam kapal milik angkatan laut negara lain.


SUASANA ANJUNGAN KRI dr Wahidin Sudirohusodo-991, salah satu tujuan kunjungan open ship.-SATGAS TERPADU PORT VISIT 2026-

KRI dr. Wahidin Sudirohusodo-991 memang bukan kapal kecil yang mudah dijumpai di pelabuhan. Kapal sepanjang 124 meter dengan lebar 21,8 meter itu dibangun PT PAL Indonesia di Surabaya. Kapal tersebut merupakan hasil kemampuan industri galangan kapal dalam negeri, dikembangkan dari teknologi rancang bangun kapal jenis Landing Platform Dock.

Para pengunjung juga diberi penjelasan tentang perangkat-perangkat di dalam kapal. Termasuk fasilitas kesehatannya yang setara rumah sakit tipe C, dilengkapi antara lain ruang operasi, ruang perawatan, dan fasilitas pemeriksaan medis. Kapal itu dapat menjalankan misi pelayanan kesehatan sekaligus mendukung evakuasi dan operasi kemanusiaan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: