Pemuda Bunuh Sahabat di Kaki Gunung Ciremai: Terungkap gegara Setruk

Pemuda Bunuh Sahabat di Kaki Gunung Ciremai: Terungkap gegara Setruk

ILUSTRASI Pemuda Bunuh Sahabat di Kaki Gunung Ciremai: Terungkap gegara Setruk.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway-

David Pramodya, 25, teman sejak kecil pemuda AM, 25, di Cirebon, Jabar. Mereka berkonflik. AM dituduh menyembunyikan seseorang oleh keluarga David, dan AM menemui David untuk klarifikasi. Hasilnya tak disukai AM. Maka, David ia bunuh dengan hajaran batu ke kepala.

SESEDERHANA itu penyebab pembunuhan. Hal sepele yang terjadi pada kebanyakan orang sehari-hari. AM ditangkap polisi berkat satu petunjuk kecil, tapi penting: kertas setruk pembelian barang David di toko swalayan. 

Dalam jumpa pers di Polres Kuningan, Selasa, 20 Oktober 2026, Kapolres Kuningan AKBP Bellen Anggara Pratama membenarkan bahwa AM ditangkap sebagai tersangka pembunuh David. ”Tersangka kami tangkap Senin malam (19 Oktober 2026) atau 24 jam setelah penemuan jenazah korban,” katanya.

Motifnya, berdasarkan pengakuan AM kepada polisi, AM marah ke David. Sebab, keluarga David menuduh AM menyembunyikan seseorang. AM adalah bekas maling motor yang sudah bebas hukuman penjara. Dituduh begitu, AM kesal. 

BACA JUGA:Pemuda Bunuh Mantan Istri di Hotel Cirebon: Kecemburuan Mantan

BACA JUGA:Pemuda Bunuh Nenek yang Menyayanginya di Siak: Krisis Masa Remaja

Minggu, 18 Oktober 2026, David dan AM bertemu di suatu tempat di Cirebon. Saat itulah AM mengatakan kepada David, klarifikasi soal tuduhan keluarga David terhadap AM. Menanggapi itu, David menjawab ala kadarnya.

AKBP Bellen: ”Menurut pengakuan tersangka AM, ia tidak puas dengan tanggapan korban tersebut. Kemudian, tersangka marah. Akhirnya membunuh korban dengan hantaman batu berkali-kali.”

Pembunuhan tidak langsung dilakukan AM di lokasi pada saat mereka bertemu. Lokasi pertemuan itu di tempat ramai orang. Pelaku mengajak korban main ke Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) di Kuningan. Jarak antara tempat pertemuan tersebut dengan TNGC sekitar 26 kilometer. 

Sebenarnya, ajakan pelaku itu bisa ditafsirkan sebagai sinyal bahaya bagi korban. Namun, korban dan pelaku teman karib sejak kanak-kanak. Dengan begitu, mungkin, korban tidak curiga.

BACA JUGA:Pemuda Bunuh Pacar yang Dihamili: Ini Problem Nasional

Saat itu korban naik motor Yamaha Lexi merah bernomor polisi E 5214 HM. Pelaku naik motor Honda Beat biru. Mereka berangkat beriringan menuju TNGC. 

Tiba di suatu lokasi di Desa Padabeunghar, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan, mereka menepi, berhenti, dan turun dari motor. Belum diungkap polisi, mengapa mereka berhenti di situ. Lokasi tersebut di lereng Gunung Ciremai. Sepi. 

Diam-diam, tanpa sepengetahuan David, AM mengambil batu besar di situ. Lalu, saat David lengah, tengkuknya dihantam batu dua kali oleh AM. Spontan, David roboh tertelungkup ke tanah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: