Terkumpul 559 Riset, EJAVEC 2026 Rumuskan Solusi Strategis Pembangunan Jawa Timur

Terkumpul 559 Riset, EJAVEC 2026 Rumuskan Solusi Strategis Pembangunan Jawa Timur

Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak bersama Kepala Kantor Perwakilan BI Jatim Ibrahim, Founder Harian Disway Dahlan Iskan dan ratusan peserta dalam EJAVEC 2026 di Vasa Hotel, Rabu 21 Oktober 2026-Edi Susilo Disway -

Ia menyebut salah satu penyebab kurang berkembangnya kawasan selatan Jawa Timur adalah terkait konektivitas antarwilayah. Khususnya dengan wilayah Utara yang lebih maju. 

Untuk itu, Dahlan menyarankan bahwa pembangunan jalur lintas selatan (JLS) saja tak akan cukup mempercepat pertumbuhan ekonomi di kawasan selatan. ”Tapi juga harus dibangun jalan koneksi antara daerah Utara dan Selatan. Akses Utara-Selatan harus diperbanyak. Agar lompatan ekonominya bisa terwujud,” katanya. 

Tak hanya soal akses, Dahlan juga memberikan masukkan kepada BI Jawa Timur untuk memanfaatkan AI guna mendongkrak perluasan pemasaran UMKM. ”Saya cermati, BI Jawa Timur ini kuat dalam pembinaan UMKM. Untuk itu, saya menyarankan ada perhatian khusus untuk meningkatkan pemasaran UMKM memanfaatkan teknologi AI,” celetuknya. 

Dahlan meminta BI Jatim untuk membuat data base UMKM yang sudah memiliki pangsa pasar ekspor. Dari sana, UMKM dilatih secara khusus untuk memanfaatkan AI guna memperluas pemasaran. ”Kita buat skala prioritas dulu. UMKM ekspor harus dilatih lebih dulu,” katanya. (*)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: