Menjelajah Lautan Teduh (31): Tutup Toko demi Berobat Gratis

Menjelajah Lautan Teduh (31): Tutup Toko demi Berobat Gratis

PENYULUHAN tentang cara mencuci tangan di lougne room dek 2 KRI de Wahidin Sudirohusodo-991, Senin 19 Oktober 2026. Penyuluhan itu dipimpin Ipda dr Juan Stuart Xaverius Johanes (kiri).-SATGAS TERPADU PORT VISIT 2026-

Pelayanan kesehatan Satgas Terpadu Port Visit 2026 di Honiara, Kepulauan Solomon, 19-20 Oktober 2026, juga disambut antusias. Pasien membeludak.

GAYLE Au Ramosaea rela menutup toko suvenir miliknya di Honiara. Bukan karena hendak berlibur atau ada urusan keluarga. Perempuan kelahiran 1951 itu ingin memanfaatkan kesempatan berobat gratis di KRI dr Wahidin Sudirohusodo yang sedang bersandar di negaranya.

“Saya antusias sekali,” kata Gayle.

Hari itu, Gayle sebenarnya tidak merasakan keluhan kesehatan tertentu. Dia hanya ingin memeriksakan kondisi tubuhnya secara umum. Namun, perempuan dengan rambut beruban itu tidak datang sendirian. Putrinya, June Kate Ramosaea, kelahiran 19 Juni 1978, ikut serta untuk menambal gigi yang berlubang sekaligus memeriksakan pembengkakan tiroid yang dialaminya.

Gayle juga mengajak keponakannya yang masih berusia 16 tahun, Talitha Ramoni. Keluhan gadis itu lebih sederhana, tetapi cukup mengganggu aktivitasnya. “Gigi saya sakit,” ujar Talitha.

BACA JUGA:Menjelajah Lautan Teduh (30): Emosi Periksa Gigi, Perawat Fiji Ikut Serta

BACA JUGA:Tim PkM Untag Surabaya Kembangkan Digital Heritage Tari Tradisional di Sanggar Mugi Lestari

Ketiganya menjadi bagian dari warga Honiara yang memanfaatkan pelayanan di Kepulauan Solomon, Senin, 19 Oktober 2026. 

Selama dua hari pelayanan, Senin dan Selasa (19–20 Oktober), lebih dari 630 pasien datang untuk mendapatkan layanan kesehatan. Angka itu menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap kesempatan berobat di kapal yang bersandar di Point Cruz International Wharf, Port of Honiara.

Para dokter dan paramedis melayani pasien dengan telaten. Pelayanan tidak berhenti pada pemeriksaan dan pengobatan. Warga juga mendapatkan penyuluhan kesehatan, mulai dari cara mencuci tangan yang benar hingga kebiasaan menggosok gigi.

Di antara warga yang datang, Komandan Subsatgas Kesehatan Mayor Laut (K) dr. Chairil Rusydi, Sp.An, terlihat membaur. Ia berbincang dengan warga, menyapa pasien, dan ikut membangun suasana yang cair di tengah kegiatan pelayanan. “Mereka seneng, kok,” katanya.


FOTO BERSAMA dari kanan, Gayle Au Ramosaea, June Kate Ramosaea, Talitha Ramoni, Doan Widhiandono, dan Mayor Laut (K) dr Chairil Rusydi, Senin 19 Oktober 2026.-SATGAS TERPADU PORT VISIT 2026-

Bagi Chairil, sambutan masyarakat menjadi penyemangat bagi personel kesehatan untuk terus memberikan pelayanan terbaik. “Kami pun juga makin semangat melayani. Ayo, kita ngobrol bareng-bareng dengan mereka,” ajak dokter tersebut..

KRI WSH-991 datang bukan sekadar untuk membuka pelayanan kesehatan. Kehadiran kapal tersebut merupakan bagian dari diplomasi Indonesia di kawasan Pasifik Selatan melalui Port Visit 2026.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: