Penerbit Harry Potter Akui Sulit Mendeteksi Naskah yang Ditulis AI
Foto resmi pemeran baru Harry, Ron, dan Hermione di serial Harry Potter versi HBO. Film itu diadaptasi dari buku-buku karya J.K. Rowling yang diterbitkan Bloomsbury.--HBO
HARIAN DISWAY - Bloomsbury Publishing, penerbit seri novel Harry Potter karya J.K. Rowling, mengaku sulit mendeteksi buku-buku yang ditulis menggunakan AI.
Pendiri sekaligus ketua eksekutif Bloomsbury Nigel Newton mengeluhkan hal itu. Ia menegaskan bahwa hingga kini belum ada metode sempurna untuk melakukan deteksi. Belum bisa dipastikan sebuah naskah ditulis manusia atau menggunakan AI.
Newton, yang merekrut Rowling ke penerbit berbasis di London tersebut pada 1996, menyampaikan hal itu dalam wawancara dilansir The Times.
Menurutnya, kemajuan teknologi membuat penggunaan AI semakin sulit dikenali. Baik oleh editor maupun penerbit.
BACA JUGA:JK Rowling Rilis Dua Buku Harry Potter Baru pada Februari 2027
BACA JUGA:Kit Harington Gabung Serial Harry Potter, dari Jon Snow Jadi Gilderoy Lockhart
“Kami menyadari nilai besar AI sebagai sarana pendukung penelitian. Tetapi kami tidak ingin buku-buku kami ditulis oleh AI. Para editor adalah radar dan sistem peringatan dini kami,” ujar Newton.

Serial 7 novel Harry Potter dari J. K. Rowling.--wizarding world
Ia mengakui belum ada solusi yang benar-benar sempurna untuk mengatasi persoalan tersebut. Pada akhirnya, penulis diharapkan tetap memiliki hasrat untuk menyampaikan cerita yang benar-benar mereka yakini.
Newton juga mengingatkan bahwa AI dapat membuat reputasi seorang penulis terdampak. Terutama bila karyanya mengandung plagiarisme. Baik melalui AI maupun metode lainnya.
Kekhawatiran terhadap penggunaan AI turut mendorong perubahan aturan pengiriman naskah di industri penerbitan.
BACA JUGA:Aktris Harry Potter Jessie Cave Ungkap Alasan Operasi Payudara Usai Sukses di OnlyFans
BACA JUGA:J.K. Rowling Yakin Adaptasi Harry Potter HBO Penuhi Ekspektasi Penggemar
Sejumlah agen sastra dilaporkan memperbarui pedoman bagi calon penulis. Yakni dengan membuat peringatan tegas. Bahwa surat pengantar maupun naskah yang dibuat menggunakan AI akan ditolak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: telegraph.co.uk