Penerbit Harry Potter Akui Sulit Mendeteksi Naskah yang Ditulis AI

Penerbit Harry Potter Akui Sulit Mendeteksi Naskah yang Ditulis AI

Foto resmi pemeran baru Harry, Ron, dan Hermione di serial Harry Potter versi HBO. Film itu diadaptasi dari buku-buku karya J.K. Rowling yang diterbitkan Bloomsbury.--HBO

Langkah tersebut mencerminkan meningkatnya perhatian industri terhadap orisinalitas karya dan keaslian proses kreatif.

Penerbit dan agen sastra menghadapi tantangan. Mereka harus dapat membedakan tulisan manusia dari teks yang dihasilkan atau dibantu teknologi AI.

Penulis novel kriminal asal Amerika Serikat, John Grisham, bahkan memperingatkan pada Agustus 2026 lalu. Bahwa penerbit berpotensi menggunakan AI untuk menulis novel. Alih-alih membayar penulis manusia.

BACA JUGA:Kita Membaca Buku atau Sedang Membangun Citra sebagai Orang Pintar?

BACA JUGA:Kabar Baik untuk Penulis! Pajak Royalti Buku Diusulkan Turun dari 15 Persen Jadi 1,5 Persen

Grisham memperkirakan teknologi akan berkembang. Hingga mampu menghasilkan buku. Dengan kualitas yang menyerupai karya para penulis profesional. Kondisi itu dikhawatirkan mendorong penerbit menggunakan AI. Demi menghemat biaya produksi.

Persoalan tersebut semakin mendapat perhatian. Tepatnya setelah penerbit Hachette menarik novel Shy Girl pada Maret 2026. Buku itu dituduh ditulis menggunakan AI.

Novel karya Mia Ballard, penulis dan penyair asal Amerika Serikat, mengisahkan seorang perempuan yang disekap. Dia dipaksa hidup sebagai hewan peliharaan oleh seorang pria yang dikenalnya melalui internet.

Buku itu awalnya diterbitkan secara mandiri pada 2025. Dan dengan cepat menarik perhatian penggemar horor.

BACA JUGA:Buku Led Zeppelin Kembali Ditunda, Jadwal Terbitnya Kini Belum Jelas

BACA JUGA:Ulasan Buku Dwi Bahasa Lima Jam Selepas Pukul Lima: Ketika Hidup Perempuan Terus Dihitung

Novel tersebut mendapat banyak ulasan positif di platform berbasis kontribusi pengguna. Termasuk Goodreads.

Ballard membantah menggunakan AI dalam penulisan karyanya. Bantahan itu dikirim melalui surat elektronik kepada The New York Times.

Namun, dia juga menyampaikan peringatan. Bahwa penulis sebaiknya melakukan riset sebelum mempercayakan karya mereka kepada editor.


J.K. Rowling akan merilis dua buku baru Harry Potter pada Februari 2027.--Getty Images

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: telegraph.co.uk