Jalur Pendakian 5 Gunung di Jateng Ditutup
Gunung Sumbing. -Dokumentasi-
HARIAN DISWAY - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menutup sementara seluruh jalur pendakian di sejumlah gunung menyusul kebakaran hutan dan lahan yang melanda kawasan pegunungan, Sabtu, 24 Oktober 2026.
Kebijakan penutupan tersebut diambil oleh pemerintah daerah guna mencegah kebakaran susulan sekaligus mengurangi risiko keselamatan bagi para pendaki dan masyarakat. Penghentian aktivitas pendakian ini mencakup jalur resmi di Gunung Lawu, Gunung Merbabu, Gunung Sumbing, Gunung Sindoro, dan Gunung Slamet.
Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jawa Tengah Bergas Catursasi Penanggungan menyampaikan bahwa insiden kebakaran di Gunung Lawu dan Gunung Sumbing diduga kuat dipicu oleh kelalaian manusia.
“Kejadian kebakaran di Gunung Lawu dan Sumbing diduga karena human error. Dugaan awal, ya. Karenanya, aktivitas kegiatan di gunung ini, baik itu petani maupun pendaki, harapannya bisa diminimalisir untuk tidak menggunakan api di atas,” kata Bergas.
BACA JUGA:Kebakaran Hutan Melanda Kawasan 5 Gunung di Jawa, Begini Kendala Pemadamannya!
BACA JUGA:Dampak Karhutla Gunung Arjuno, 2900 KK di Desa Jatiarjo Prigen Alami Krisis Air Bersih
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Jawa Tengah Heru Djatmika membenarkan bahwa instruksi penutupan jalur pendakian telah diterbitkan secara resmi. Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat DLHK Provinsi Jawa Tengah Nomor S/500.4/891/2026 tentang Penutupan Sementara Jalur Pendakian Gunung dan Penyiapan Lahan Tanpa Bakar.
Ia menjelaskan bahwa langkah pembatasan ini merupakan tindak lanjut dari penetapan status siaga darurat bencana kekeringan serta karhutla. Pihak instansi terkait terus berkoordinasi dengan Kepolisian Daerah Jawa Tengah untuk memastikan penutupan jalur berjalan optimal.
Salah satu kawasan yang terdampak paling parah adalah Gunung Lawu dengan luas area hutan yang terbakar mencapai 230 hektare. Kerusakan terparah dilaporkan terjadi di wilayah Desa Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu, dengan jarak titik api yang kini mendekati permukiman warga.
Pemerintah terus mengimbau masyarakat luas serta para petani di sekitar kawasan hutan agar menghindari penggunaan api dalam membersihkan lahan. Tindakan membakar lahan dinilai sangat berbahaya terutama di tengah kondisi vegetasi yang kering akibat musim kemarau.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengungkapkan bahwa status kebencanaan di wilayah terdampak telah ditingkatkan menjadi tanggap bencana. Peningkatan status ini bertujuan mempercepat pengerahan bantuan logistik dan armada penanganan darurat.
“Bupati sudah koordinasi dengan kita. Sudah ditingkatkan menjadi tanggap bencana. Juga ada dua helikopter dari TNI yang nanti dioperasionalkan oleh BNPB,” ujar Luthfi.
Pemerintah juga mengerahkan armada udara untuk melakukan pemadaman water bombing di Gunung Lawu dan Gunung Sumbing karena medan darat yang terjal menyulitkan petugas. Seluruh upaya darat dan udara terus digenjot agar api tidak semakin meluas. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: