Google Uji Coba Satelit Pusat Data AI di Luar Angkasa yang Mampu Menulis Puisi

Google Uji Coba Satelit Pusat Data AI di Luar Angkasa yang Mampu Menulis Puisi

Suncatcher, prototipe satelit pusat data luar angkasa yang berhasil dioperasikan Google.-Google-techcrunch.com

Model AI itu kemudian menghasilkan puisi berikut:

Blue marble below

Data streams in silent grace

Starlight feeds my core.

Puisi tersebut menggambarkan Bumi sebagai marmer biru yang berada di bawah satelit. Aliran data yang bergerak dalam keheningan. Serta cahaya bintang yang menjadi sumber inspirasi.

BACA JUGA:NASA Siapkan Crew-14 untuk Misi ke Stasiun Luar Angkasa pada 2027

BACA JUGA:Astronot Artemis Terbang Mendekati Bulan, Siap Pecahkan Rekor Jarak Terjauh Manusia Meninggalkan Bumi

Google juga menguji kemampuan model tersebut melalui beberapa puisi bertema luar angkasa. Namun, pengujian yang lebih penting dilakukan. Yakni dengan meminta satelit melaporkan kondisi orbit di sekitar wahana antariksa tersebut.

Dilansir TechCrunch, juru bicara Google menyampaikan bahwa satelit beroperasi secara normal. Pengujian selanjutnya akan berfokus pada kemampuan chip. Khususnya dalam menghadapi tekanan suhu dan radiasi di lingkungan luar angkasa.

Google sebelumnya telah menguji ketahanan TPU melalui akselerator partikel di Bumi. Namun, perusahaan masih perlu mengamati dampak radiasi secara langsung terhadap perangkat keras yang beroperasi di orbit.

Radiasi di luar angkasa dapat menyebabkan fenomena bit flip. Yakni perubahan nilai data yang tersimpan dalam memori komputer. Gangguan tersebut berpotensi merusak data. Tanpa selalu memicu sistem pemantauan standar.

BACA JUGA:Dua Astronot AS Pulang Setelah Sembilan Bulan Terkatung-katung di Angkasa

BACA JUGA:Astronot dan Risikonya di Luar Angkasa, Dari Tulang Rapuh Hingga Isolasi

Hasil pengujian di Bumi sebelumnya menunjukkan bahwa dampak radiasi diperkirakan relatif kecil terhadap pekerjaan inferensi AI. Sebaliknya, proses pelatihan model diperkirakan menghadapi risiko yang lebih besar.

Melalui pengujian langsung di luar angkasa, tim Google dapat mengukur dampak radiasi terhadap kinerja prosesor berdasarkan kondisi sebenarnya. Bukan sekadar simulasi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: techcrunch