Menjelajah Lautan Teduh (38): Diplomasi Sejak Usia Dini
GURU TK DADAKAN, Yohana Angelina Sitorus (kiri) dan Rizkya Dwijayanti, terlihat bersemangat di depan siswa TK di Kepulauan Solomon.-SATGAS TERPADU VISIT 2026-
Salah satu cara Satgas Terpadu Port Visit 2026 untuk mengenalkan Indonesia adalah melalui acara open ship. Terutama ketika yang berkunjung adalah para generasi muda. Bahkan sangat muda.
YOHANA Angelina Sitorus, Komandan Subsatgas Pendidikan, sudah terlihat begitu sibuk sejak pagi, 20 Oktober 2026. Saat itu, KRI dr Wahidin Sudirohusodo-991 sedang merapat di Honiara, ibu kota Kepulauan Solomon.
Seluruh anggota subsatgas, termasuk kami, Doan Widhiandono dan Rizkya Dwijayanti, sudah harus bersiap sejak pukul 08.00 di hanggar heli di dek 3. Informasi yang kami dapatkan, kunjungan ke kapal akan membeludak. Sebab, banyak sekolah yang berminat mengunjungi kapal.
Betul juga, sejak pagi, sekolah-sekolah berdatangan. Sebut saja SMP White River yang dipimpin kepala sekolahnya, Javie Lalao. Atau Chung Hwa International School yang dipimpin Ambrose Kikolo, salah seorang guru.
Tetapi, yang cukup mengesankan adalah kunjungan pada tengah hari. Yang datang adalah 13 murid dari Transfiguration Ice Kindergarten School. Ya, anak-anak TK!
BACA JUGA:Menjelajah Lautan Teduh (37): Bahu-membahu Membangun Lapangan Biru
BACA JUGA:Mahasiswa Untag Surabaya Pelajari Praktik Komunikasi Publik Saat Jalani Magang di Diskominfo Jatim
Tak heran, Yohana tiba-tiba menjadi guru TK. Bersama Alice Agatha Aritonang, Yohana menggandeng anak-anak itu sejak di dermaga. Menuntun mereka menaiki tangga kapal, sambil bernyanyi-nyanyi. ’’Itu salah satu momen yang paling berkesan. Melihat antusiasme, keceriaan, dan rasa ingin tahu mereka saat bermain, berinteraksi, serta mengenal lingkungan kapal,’’ ucap Yohana.
Di hanggar heli, sudah ada Rizkya Dwijayanti yang menyambut. Klop! Sebab, sebelum menjadi dosen di Prodi Ilmu Administrasi Negara, FISIP, Universitas 17 Agustus 1945, Rizkya adalah guru TK. Selama 12 tahun!
Rizkya pun dengan luwes menyambut anak-anak TK itu. Mengajak mereka bermain atau bernyanyi. Dan perbendaharaan lagu serta permainan dari Rizkya seolah tak pernah habis. Maklum…
Dengan bahasa sederhana, Rizkya pun mengajarkan anak-anak itu tentang Indonesia. ’’Is Indonesia a big country? Or veeerryyy biiig?’’ tanya Rizkya. Anak-anak antusias menjawab. Bahwa Indonesia yang sangat buesarrr…

TELATEN, Yohana Angelina Sitorus menggandeng siswa TK Transfiguration Ice, Honiara, menuju KRI dr Wahidin Sudirohusodo 991.-SATGAS TERPADU VISIT 2026-
Rizkya juga mengenalkan warna bendera Indonesia. Merah berarti berani. Putih artinya suci. Anak-anak tetap bersemangat. Apalagi, mereka mendapat aneka snack dan hadiah dalam permainan tersebut.
’’Pendidikan tidak harus selalu formal dan monoton. Tetapi dapat dikemas secara kreatif, interaktif, dan menyenangkan, tanpa menghilangkan nilai edukasi di dalamnya,’’ tutur Yohana.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: