Fenomena lonjakan pengiriman barang selalu terjadi saat Ramadhan dan jelang Lebaran .Perusahaan logistik Lion Parcel menyiapkan sejumlah skenario menghadapi lonjakan pengiriman paket menjelang Ramadan dan Lebaran 2026 ini. "Saat jalur darat dibatasi, pilihannya pengiriman akan lewat pesawat," Ucap Chief Marketing Officer Lion Parcel, Kenny Kwanto dalam temu media di Surabaya, Selasa (10/2/2026).
Ia lalu menuturkan, pihaknya akan melakukan penambahan armada di darat , Hub (penghubung) akan ekspansi, Manpower (tenaga pendukung) hingga teknologi akan diperkuat.
Lion Parcel diklaim menjangkau 98% wilayah domestik di Indonesia dan lebih dari 50 negara internasional, juga memiliki cabang operasional di Malaysia. Perseroan didukung oleh lebih dari 7.000 agen di seluruh Indonesia.
Foto : Boy Slamet-Harian Disway
Surabaya merupakan salah satu kota strategis dengan aktivitas pengiriman tinggi. Sepanjang 2025, pengiriman dari Kota Pahlawan ini didominasi komoditas aksesori dan kebutuhan pribadi, dokumen, pakaian, serta sparepart. Untuk mendukung pengiriman dengan konsumsi harian, UMKM, hingga kebutuhan bisnis, Lion Parcel memberikan biaya ongkos kirim mulai dari Rp6.000. Jelang Ulang tahun Lion Parcel, Perusahaan juga menghadirkan promo 13.13 berupa diskon 13% untuk transaksi melalui aplikasi .
Sementara itu, pengiriman ke luar negeri dari daerah asal pekerja migran di Jawa Timur juga menjadi perhatian Lion Parcel. Seputaran kampus, perkantoran, pusat bisnis/grosir, maupun kawasan industry juga menjadi pemetaan Lion Parcel. Kawasan- kawasan itu sering menggunakan jasa pengiriman logistic secara berulang.
Foto : Boy Slamet-Harian Disway