bank bjb mencatatkan laba bersih sebesar Rp1,1 triliun hingga September 2026. Capaian tersebut tumbuh 37,3 persen secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kinerja ini ditopang strategi growth with quality melalui pengelolaan biaya dana, peningkatan pendapatan berbasis komisi, serta efisiensi operasional di tengah dinamika industri perbankan. (Foto: bank bjb)
Hingga September 2026, total aset konsolidasi bank bjb mencapai Rp219,7 triliun, dengan total kredit dan pembiayaan sebesar Rp142,3 triliun. Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat Rp155,6 triliun, sementara rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) berada di level 2,87 persen. Perseroan juga mencatat pendapatan berbasis komisi sebesar Rp1,7 triliun dan menurunkan beban operasional sekitar 2 persen secara tahunan. (Foto: bank bjb)
Memasuki triwulan IV 2026, bank bjb melanjutkan strategi pertumbuhan melalui penguatan dana murah, penyaluran kredit secara selektif, peningkatan pendapatan berbasis komisi, serta pengendalian risiko. Direktur Utama bank bjb Ayi Subarna menegaskan, konsistensi strategi, prinsip kehati-hatian, dan kemampuan beradaptasi menjadi kunci menjaga kinerja serta memperkuat fondasi bisnis perusahaan secara berkelanjutan. (Foto: bank bjb)