Cheng Yu Pilihan Business Development Director Kayoene Kwee Yen Luk: Jian Qiang Bu Qu

Senin 29-08-2022,04:00 WIB
Reporter : Novi Basuki & Annie Wong
Editor : Tomy C. Gutomo

BAGI Kwee Yen Luk 郭原乐, "Orang kuat bukanlah orang yang tidak pernah jatuh, melainkan orang yang selalu bangkit setiap kali terjatuh." Orang demikian, kalau menggunakan istilahnya filsuf Xun Kuang 荀况 dalam kitab Xunzi (荀子), adalah orang yang "坚强不屈" (jiān qiáng bù qū): teguh dan tangguh. 

Bung Karno ingin bangsa Indonesia menjadi bangsa yang begitu. Dalam salah satu pidatonya, Bung Besar menegaskan, "Kita ingin menjadi suatu bangsa yang setiap hari digembleng oleh keadaan. Digembleng, hampir hancur lebur, bangun kembali! Digembleng, hampir hancur lebur, bangun kembali! Digembleng, hampir hancur lebur, bangun kembali!"

BACA JUGA:Cheng Yu Pilihan Pengusaha Tirto Santoso: Zhi Qi Ran Zhi Qi Suo Yi Ran

Pun agama, memerintahkan kita untuk tidak menjadi orang yang melempem. Misalnya, dalam Ulangan 31:6 ditegaskan, "Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, janganlah takut dan jangan gemetar ..., sebab Tuhan, Allahmu, Dialah yang berjalan menyertai engkau." Narasi Alquran serupa, "Laa tahzan, innallaah ma'anaa" (jangan bersedih, sesungguhnya Allah menyertai kita).

Banyak faktor yang bisa menyebabkan orang terjatuh. Lantaran kelalaian, lantaran ditipu, lantaran berbuat kesalahan, dan lain sebagainya. Tak usah risau. Yang penting, kata Kwee Yen Luk, "Belajarlah untuk tidak menyalahkan orang lain. Belajarlah untuk lebih menghargai orang lain. Karena, pada hakikatnya, kita butuh orang lain" untuk terus hidup sebagai makhluk sosial.

Bila tertipu pun, mesti tetap tegar. "Seseorang yang belum pernah ditipu, tidak akan dapat menjadi seorang pebisnis yang baik," kata business development director Kayoene dan pemilik beberapa outlet Superindo tersebut. (*)

Kategori :