Menkes Curhat Kekurangan Dokter Spesialis

Kamis 10-11-2022,05:00 WIB
Reporter : Mohamad Nur Khotib
Editor : Tomy C. Gutomo

Selain itu, ada juga persoalan lain. Yaitu distribusi dokter spesialis yang tidak merata. Para lulusan cenderung mengisi di tempat yang justru sudah banyak dokter spesialis di sana. Mereka hanya mau memilih bertugas di kota-kota tertentu saja. “Terutama di kota-kota besar dan tertinggi ada di Jakarta,” katanya pada beberapa waktu lalu.

Tercatat sekitar 20 provinsi kekurangan dokter spesialis. Bahkan 8 provinsi tidak memiliki dokter spesialis tertentu. Begitu juga di Jawa Timur. Dokter spesialis hanya memusat di Surabaya. Sedangkan, di beberapa daerah lain masih sangat kekurangan. Terutama di Kabupaten Pacitan dan Kabupaten Ponorogo.

Kekurangan itu juga disebabkan oleh minimnya pendidikan spesialis di fakultas kedokteran (FK). Padahal, potensinya sangat besar. Untuk itu, Unair pun menandatangani MoU dengan TNI untuk mendirikan program pendidikan dokter spesialis pada Februari lalu.

Rinciannya ada sekitar 14 program studi, termasuk spesialis gigi. Setiap RS TNI akan mengirimkan para kandidatnya untuk menempuh PPDS di Unair. Kelak para lulusan itu akan dikirim kembali ke RS TNI untuk ditempatkan di daerah 3T. (Mohamad Nur Khotib)

 

 

 

 

 

 

 

 

Kategori :