Disway Berbagi Ilmu Jurnalistik ke Mahasiswa Komunikasi Unair
Direktur Utama Harian Disway Tomy Gutomo saat mengajar di prodi Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga, Surabaya, Selasa, 24 Februari 2026. -Foto: Suko Widodo-
SURABAYA, HARIAN DISWAY – Belajar jurnalistik tidak selalu untuk menjadi wartawan. Kemampuan jurnalistik menjadi bekal untuk banyak profesi. Itulah yang ditanamkan Suko Widodo, dosen jurusan Komunikasi Universitas Airlangga, kepada mahasiswanya.
"Mahasiswa komunikasi dan sarjana Ilmu Komunikasi harus bisa menulis. Apapun profesinya nanti butuh kemampuan untuk menulis," ujar Suko Widodo di sela mengajar di kampus B Unair, Selasa, 24 Februari 2026.
Untuk itu, khusus mata kuliah Dasar-Dasar Jurnalistik, Suko mengajak praktisi media untuk ikut mengajar di kelasnya. Direktur Utama Harian Disway Tomy Gutomo salah satu yang diminta mengajar mata kuliah Dasar-Dasar Jurnalistik di prodi Ilmu Komunikasi, FISIP Unair. Selin Tomy, Suko juga mengajak Abdul Malik Ibrahim, Jokhanan Kristiyono, dan Yayan Sakti Suryandaru.
BACA JUGA:Enam Guru Besar dan 16 Doktor Ikuti Seleksi Dewan Pendidikan Kota Surabaya
BACA JUGA:Arteria Dahlan Sarankan Pendekatan Dekriminalisasi untuk Gratifikasi
Peserta mata kuliah tersebut adalah mahasiswa semester pertama. Ada 150 mahasiswa yang mengikuti kelas tersebut. Selama satu semester mereka akan diajar oleh 5 dosen dan 4 asisten dosen sekaligus. Diharapkan lulus dari mata kuliah ini para mahasiswa punya kemampuan menulis berita, straight news maupun feature.
"Para mahasiswa saya lihat antusias. Semoga apa yang saya ajarkan di kelas tersebut bisa menjadi bekal buat mereka," ujar Tomy setelah mengajar di kampus B Unair, Selasa, 24 Februari 2026.

Suasana kelas Daar-Dasar Jurnalistik di kampus FISIP Unair, Selasa, 24 Februari 2026. -Foto: Suko Widodo-
BACA JUGA:Cara Daftar KIP Kuliah Jalur SNBP 2026: Syarat, Jadwal Pendaftaran, dan Besaran Bantuan Terbaru!
BACA JUGA:Prabowo Tiba di Yordania, Dikawal Jet Tempur F-16 dan Disambut Putra Mahkota Al Hussein
Sebagai awal, materi yang disampaikan Tomy meliputi peran dan fungsi pers hingga filosofi berita. Juga tentang proses pembuatan karya jurnalistik. Nantinya, kata Tomy, mahasiswa tidak hanya mengikuti perkuliahan di kelas tapi juga akan diajak ke lapangan untuk melakukan reportase.
"Nanti mereka juga akan kami jadwalkan bertemu langsung dengan tokoh pers Dahlan Iskan agar bisa termotivasi belajar menulis," ujar alumnus Magister Ilmu Politik Unair dan lulusan Magister Ilmu Komunikasi Universitas dr Soetomo itu.
Menulis, kata Tomy, tidak bisa hanya diajarkan. Tapi harus dipraktikkan berulang kali. Ibarat naik sepeda, mungkin mengalami jatuh dan berbagai proses lainnya sebelum akhirnya lancar. "Resepnya menulis itu 3M. Menulis, menulis, dan menulis," ujar wartawan Istana Kepresidenan periode 2004-2009 itu. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: