SURABAYA, HARIAN DISWAY - Sebanyak 20 WNI menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan disekap di Myawaddy, Myanmar. Kementerian Luar Negeri Indonesia (Kemlu) mendesak otoritas Myanmar untuk mengambil jalan tengah yang efektif untuk menyelamatkan mereka.
Kabar itu berawal dari akun instagram @bebaskankami yang sempat viral di akhir April 2024. Selebriti Uya Kuya ikut membagikan kisah tersebut melalui kanal YouTube Uya Kuya TV. BACA JUGA:Lho!! Erling Haaland Tolak Tawaran Kontrak Baru Manchester City BACA JUGA:Komunitas Nusa Bangsa Datangi PWNU Jatim, Tanyakan Kader NU di Pilpres 2024 Rosa, saudara salah satu keluarga korban yang bernama Novi menceritakan modus TPPO itu. Novi mendapatkan lowongan kerja ke luar negeri dari kenalannya. Namun sampai saat ini, Rosa tidak mengetahui identitas orang tersebut. Setelah menjalankan tes bahasa Inggris dan wawancara, Novi langsung diterima dan dibelikan tiket untuk berangkat, tiga hari kemudian. Sesampainya di Bangkok, para korban sempat dibawa naik mobil van menuju Mae Sot, dekat perbatasan Myanmar. Keesokan harinya mereka dibawa menyebrangi sungai menggunakan sampan dengan pengawal bersenjata. Namun mereka tak memakai atribut militer. Sesampainya di sebrang (Myanmar), mereka dipaksa untuk menandatangani kontrak berbahasa Mandarin. Jika tidak mau, akan didenda 20 ribu dolar Amerika atau setara Rp 293 juta. Dan ternyata Novi dipekerjakan untuk bisnis penipuan atau online scamming dengan target warga Amerika Serikat dan Eropa. Mereka akan disiksa jika tidak mencapai target. Mirisnya, mereka juga tak mendapat gaji akibat membangkang dan diancam dijual ke perusahaan lain. "Novi dan teman-temannya melakukan perlawanan dengan cara mogok kerja. Dan sejak saat itu, mereka disekap," ucap Rosa. Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kemlu RI Judha Nugraha menjelaskan bahwa KBRI Yangon dan KBRI Bangkok mendesak otoritas Myanmar untuk mengambil jalan tengah yang efektif guna membebaskan WNI yang disekap tersebut. " Berbagai langkah yang telah dilakukan antara lain, mengirimkan nota diplomatik kepada Kemlu Myanmar," ujarnya, Rabu 3 Mei 2023. (Jessica Laurent)Kisah 20 WNI yang Disiksa dan Disekap di Myanmar, Kerja Paksa Online Scamming
Kamis 04-05-2023,13:53 WIB
Reporter : Jessica Laurent
Editor : Salman Muhiddin
Kategori :
Terkait
Minggu 08-03-2026,18:09 WIB
3 ABK WNI Hilang usai Kapal Tugboat Meledak di Selat Hormuz
Minggu 08-03-2026,16:27 WIB
Kapal Tunda UAE Diserang di Selat Hormuz, 3 Kru WNI Hilang
Minggu 08-03-2026,12:14 WIB
TNI Siaga 1, Panglima Agus Instruksikan Pengamanan Objek Vital Nasional
Jumat 06-03-2026,13:31 WIB
Konflik AS–Israel dan Iran Memanas, Kemlu Pastikan WNI Aman Meski Ada yang Terdampar
Jumat 27-02-2026,11:27 WIB
Penerima LPDP Dwi Sasetyaningyas Diblacklist Pemerintah, Rekam Jejak Pengabdian 9 Tahun Disorot
Terpopuler
Rabu 18-03-2026,12:33 WIB
Prediksi Skor Liverpool vs Galatasaray: Update Kondisi, Head to Head, dan Perkiraan Line Up
Rabu 18-03-2026,10:56 WIB
20 Link CCTV Tol Real Time 2026, Cek Kondisi Cipali hingga Trans Jawa Sebelum Mudik
Rabu 18-03-2026,13:44 WIB
Prediksi Skor Barcelona vs Newcastle: Update Kondisi, Head to Head, dan Perkiraan Line Up
Rabu 18-03-2026,20:59 WIB
Prediksi Skor Bayern Munchen vs Atalanta: Kondisi Kedua Tim dan Perkiraan Line Up
Rabu 18-03-2026,12:55 WIB
Update Ganjil Genap Tol Trans Jawa 18 Maret 2026: Jadwal One Way dan Contraflow Arus Mudik Lebaran
Terkini
Kamis 19-03-2026,09:00 WIB
Ajarkan Toleransi, Siswa SD Santa Maria Surabaya Bagikan Bingkisan Idulfitri di Kawasan Sekitar Sekolah
Kamis 19-03-2026,08:28 WIB
Barcelona Lolos ke Perempat Final, Cedera Joan Garcia Jadi Alarm Bahaya
Kamis 19-03-2026,07:53 WIB
Bayern Munchen vs Atalanta 4-1 (Agg 10-2), Die Roten Jumpa Real Madrid di 8 Besar
Kamis 19-03-2026,07:39 WIB
Newcastle Dibantai Barcelona 2-7, Eddie Howe Enggak Nyangka
Kamis 19-03-2026,07:00 WIB