HARIAN DISWAY - Seorang mahasiswa Hong Kong didakwa atas pernyataan yang menghasut yang dibuatnya saat berada di Jepang. Mencuatnya kasus tersebut menambah ketakutan atas penerapan undang-undang keamaan nasional yang diberlakukan antar kedua negara.
Dilansir dari South China Morning Post, Yuen Ching-ting (23) diketahui kembali dari Tokyo pada Februari untuk memperbarui kartu identitasnya sebagai seorang pelajar. Lalu, ia ditangkappada awal Maret, sehari sebelum jadwal penerbangannya ke Jepang karena postingannya di media sosial. Ia dijatuhi dakwaan oleh Departemen Keamanan Nasional Hong Kong atas tindakan dengan niat penghasutan, serta dituduh oleh jaksa menggunakan ujaran kebencian terhadap pemerintahan Beijing dan otoritas setempat. Polisi setempat melaporkan terkait unggahan Yuen di media sosial yang berbunyi “Kemerdekaan Hongkong” dan “Bebaskan HongKong, saatnya revolusi untuk zaman baru”. Berdasarkan undang-undang keamanan nasional yang diberlakukan Beijing sejak Juni 2020, bahwa segala sesuatu baik itu tindakan maupun ucapan yang diduga untuk pemisahan diri, subversi, atau kolusi dengan entitas asing dapat dipidana hukuman penjara seumur hidup. Jaksa pelapor dan jaksa penuntut saling beradu argumen, data, dan fakta. Bantah membantah juga mewarnai proses jalannya sidang. BACA JUGA: Es Krim Termahal Asal Jepang ini Masuk Guinness World Records, Apa saja Bahannya? BACA JUGA:Mantan Anak Buah Donald Trump, Linda Yaccarino Gantikan Elon Musk Sebagai CEO Twitter Hal itu diperkeruh dengan demonstrasi yang dilakukan oleh Aliansi Demokrasi Hongkong Jepang yang menyerukan bahwa pemerintah Jepang harus secepatnya tanggap atas kasus tersebut. Mereka menyebutkan bahwa insiden itu sebagai bentuk pelanggaran kedaulatan Jepang dari sistem peradilan Hongkong. Mereka juga mengungkap jika tindakan Yuen di Jepang tidak melanggar hukum domestik manapun. Alhasil, hakim memutuskan bahwa Yuen akan diberikan jaminan bebas pada tahun ini dengan syarat ia harus menghapus seluruh postingan media sosialnya terkait kasus tersebut, melapor ke kantor polisi dua minggu sekali, dan tidak dapat bepergian ke luar negeri, bergabung dengan grup obrolan online dengan lebih dari 5 orang, atau berbicara dengan media manapun. Yuen dijadwalkan akan menghadiri sidang pada 2 Agustus mendatang. (*)Hukuman Bagi Mahasiswa yang Membuat Postingan "Kemerdekaan Hongkong"
Minggu 18-06-2023,09:15 WIB
Reporter : Rachmaddani Rizki Saputra
Editor : Salman Muhiddin
Kategori :
Terkait
Jumat 02-01-2026,19:33 WIB
PM Jepang Teken Petisi untuk Tambah Jumlah Toilet Perempuan di Gedung Parlemen
Jumat 02-01-2026,15:00 WIB
Tren Metode Keramas ala Jepang, Fokus pada Kesehatan Kulit Kepala
Jumat 02-01-2026,12:00 WIB
Flu Varian Subclade K Merebak di Amerika Serikat, Kasus Melonjak Tajam saat Musim Dingin
Kamis 01-01-2026,12:00 WIB
Tradisi Kartu Tahun Baru Nengajo di Jepang Terancam Punah
Selasa 23-12-2025,12:00 WIB
Arsitek Jepang Sulap Lantai Tiga Power Station of Art Shanghai Jadi Perpustakaan Seni Espace Gabrielle Chanel
Terpopuler
Rabu 07-01-2026,16:08 WIB
Prediksi Skor Fulham vs Chelsea: Update Kondisi, Head to Head, dan Line-Up
Rabu 07-01-2026,14:51 WIB
Prediksi Skor Burnley vs Man United: Kondisi Kedua Tim dan Perkiraan Line Up
Rabu 07-01-2026,05:59 WIB
4 Pemain Italia Berpeluang Pindah Klub pada Bursa Transfer Januari 2026
Rabu 07-01-2026,08:00 WIB
Fengshui Shio Kambing pada 2026, Hoki Cukup Baik dan Banyak Peluang!
Rabu 07-01-2026,15:42 WIB
Prediksi Skor Barcelona vs Athletic Bilbao: Update Kondisi, Head to head, dan Susunan Pemain
Terkini
Kamis 08-01-2026,05:00 WIB
Sensor Urin Rp160 Ribu dari Vivoo Ubah Kloset Jadi Pemantau Hidrasi Harian
Kamis 08-01-2026,04:21 WIB
Rating Pemain Barcelona yang Cukur Bilbao 5-0, Lini Depan Ngeri!
Kamis 08-01-2026,04:08 WIB
Barcelona vs Bilbao 5-0, Blaugrana Bablas ke Final Piala Super Spanyol
Kamis 08-01-2026,02:35 WIB
Dari Bangkalan ke Tebuireng: Napak Tilas yang Hidupkan Nilai-Nilai NU
Kamis 08-01-2026,02:19 WIB