Pengalaman Menonton Kerapan Sapi Piala Panglima TNI Cup 2023: Ada Pemenang, Sorak Menggila

Kamis 07-09-2023,09:21 WIB
Reporter : Wafiqul Azizah
Editor : Heti Palestina Yunani

HARIAN DISWAY - Bukan sapi saja yang dipacu. Badan saya serasa ikut merasakan ketegangan sejak memasuki gapura yang diriuhkan penonton kerapan sapi Piala Panglima TNI Cup 2023 di Stadion Kerapan Sapi R.P Moh Noer, Bangkalan. Sudah panik, panas pula. Tapi seru.

Kerapan Sapi Perang Mega Bintang memperebutkan Piala Panglima TNI Cup 2023 yang digelar selama dua hari pada 2-3 September 2023 lalu berlangsung sangat meriah.

Peserta tidak hanya dari Madura. Tapi datang dari jauh seperti Probolinggo, Lumajang, dan Pasuruan. Mereka turut bersinergi bersama dalam meramaikan kerapan.

Seperti biasa para pejabat hadir. Tampak Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono, Pangdam Brawijaya V Mayjen TNI Farid Makruf MA, dan jajaran petinggi Pemerintah Kabupaten yang menyertakan perwakilannya dalam kompetisi kali ini.

BACA JUGA: Kaleles Kerapan Sapi Madura, Jika Dilangkahi Bakal Bawa Apes?

Dijelaskan Tohir, Ketua Paguyuban Sapi Pakar Sakera Jawa Timur, kerapan sapi digelar dalam 24 babak. “Babak pertama di adu dua-dua. Yang kalah melawan kelompok kalah. Yang menang lawan kelompok menang,” jelas Haji Tohir, sapaan akrabnya. 

Hal tersebut yang membuat pengategorian nama juara dalam perlombaan ini menjadi unik. Juara kelas bawah direbutkan peserta yang pada babak awal sudah kalah. Sementara juara kelas atas direbutkan oleh peserta yang di awal menjadi pemenang. 

Tidak berlaku sistem gugur yang jika satu pertandingan kalah akan langsung pulang. Tapi semua peserta tetap diberi kesempatan. Tinggal dikali dua dalam 24 babak dengan dua pemain setiap pertandingannya. 

Hari pertama pertandingan Kerapan Sapi Piala Panglima TNI Cup 2023 ini mengadu pacu 48 peserta dengan sapi andalannya masing-masing. Hadiah utama 2 unit mobil siap diberikan kepada sang juara. Masih ada sepeda motor, sepeda gunung, TV, setrika, dan masih banyak hadiah menarik lain. 

Pengalaman perdana saya melihat kerapan ini memberikan sedikit fakta yang sebelumnya hanya saya duga. Dulu saya kira sapi dipacu menggunakan pecutan. Ternyata faktanya ada dua sapi yang berlari kencang disabet langsung dengan ekornya sendiri oleh tukang tongko atau pengendali sapi pacuan.

Jalannya kompetisi tidak mengalir begitu saja. Ada hal-hal lucu yang dilakukan oleh penonton. Bayangkan ada yang rela memanjat dan berdiam diri di atas pohon yang cukup tinggi hanya untuk menyaksikan sapi yang dipacu.

Sampai-sampai host -pemandu acara- pun perlu memperingatkan mereka. Untuk hati-hati dan jangan sampai tertidur. Lucu.

Selain penonton, supporter dari masing-masing tim juga langsung turun ke lapangan pacuan. Tidak hanya berteriak. Tapi mereka membawa benda yang menghasilkan suara cukup keras. 

Yang pernah menonton pacuan sapi pasti sudah pernah mendengar bagaimana bunyi botol plastik dan kaleng bekas cat tembok yang diberi kerikil lalu dioyak begitu cepat. Ya, berisik. Belum lagi ditambah teriakan mereka yang begitu antusias. Ramai.

Tahu kan bahwa sapi hanya memiliki dua reseptor yang membuat dia hanya bisa melihat warna yang sangat kontras antara gelap dan terang. Saat panitia melihat penonton memakai baju biru memanjat melewati pagar batas dengan tidak segan mereka langsung meneriaki: “Toron lek, toron!” 

Kategori :