Kembangkan Destinasi Madakaripura, Pengmas Unair Ajari Warga Negororejo Mengolah Produk Susu sampai Bikin E-Brochure

Rabu 08-11-2023,12:01 WIB
Reporter : Heti Palestina Yunani
Editor : Heti Palestina Yunani

HARIAN DISWAY - Mendukung pengembangan potensi wisata di Desa Negororejo, Universitas Airlangga (UNAIR) melakukan pendampingan kepada masyarakat (pengmas) dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Kerja sama antara Fakultas Kedokteran Hewan dan Fakultas Vokasi Unair. 

Salah satu wilayah yang potensial di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TN-BTS) adalah Desa Negororejo, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo. Sebuah desa wisata yang sedang berkembang.

Di ini terdapat daya tarik wisata Air Terjun Madakaripura yang cukup terkenal di kalangan wisatawan domestik dan mancanegara. Selain air terjun, di Desa Negororejo punya potensi wisata lainnya.

BACA JUGA: Tiga Hari Road Trip, Prodi Destinasi Pariwisita UNAIR ke Banyuwangi Sambang 3 Desa

Yakni, agrowisata sapi perah, peternakan lebah, tradisi medak Tirta atau mengambil air suci dari Air Terjun Madakaripura menjelang perayaan Kasada, makam nenek moyang Eyang Sujud dan tentunya, keindahan alamnya. 

Dilaksanakan pada Senin, 30 Oktober lalu di Balai Desa Negororejo, pengmas itu bertajuk “Pendampingan Desa Wisata Negororejo dan Pengembangan Agrowisata sebagai Pendukung Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TN-BTS)”. 

Diikuti peserta yang berasal dari unsur Pokdarwis, Bumdes, PKK, pemerintah desa, peternak sapi perah, hingga peternak lebah, ada dua kegiatan: sosialisasi dan pelatihan. Yang pertama, digelar penyuluhan terkait kesehatan sapi perah dan strategi pengembangan potensi pariwisata di Desa Negororejo.
Dr. Sri Endah Nurhidayati, S.Sos, M.Si membawakan materi tentang agrowisata dan potensi pengembangan desa untuk meningkatkan wawasan anggota masyarakat dan Pokdarwis. -Yuniawan Heru-

Sebagai pembuka, Dr. Sri Endah Nurhidayati, S.Sos, M.Si. membawakan materi tentang agrowisata dan potensi pengembangan desa. Materi diberikan agar dapat meningkatkan wawasan masyarakat dan Pokdarwis. Khususnya terkait dengan potensi pariwisata dan strategi pengembangannya.

Masuk sesi pelatihan, acara berlangsung kian seru. Tim Fakultas Vokasi yang turun adalah Dr. Yuniawan Heru Santoso, S.E., S.Sos., M.Si., Upik Dyah Eka Noviyanti, S.Ant., M.A., dan Mochammad Reizza Al Ariyah, S.Sos, M.Sosio.

BACA JUGA: Pengmas FEB Unair Dampingi Penggiat Batik Tin Hingga Punya HAKI

Tim dari Prodi Destinasi Pariwisata Fakultas Vokasi UNAIR itu memberikan pendampingan terkait penyusunan paket wisata, pembuatan e-brochure, dan pembuatan virtual tour dengan menggunakan kamera 360.

Berikutnya, penyuluhan dari Fakultas Kedokteran Hewan menyampaikan materi terkait pengoptimalan kesehatan sapi perah. Untuk mendukung agrowisata berbasis olahan produk susu. ”Di dalam badan yang sehat, terdapat susu yang sehat. No calf, no milk, no money!,” kata Prof. Dr. Suwarno, drh., M.Si. 

Pada sesi pelatihan, tim dari Fakultas Kedokteran Hewan diperkuat Prof. Dr. Jola Rahmahani, drh ., M.Kes., Dr.Wiwiek Tyasningsih, drh., M.Kes., Yulianna Puspitasari, drh., M.VSc., PhD., Martia Rani Tacharina, drh., M.Si., Dr. Hartanto Mulyo Raharjo, drh, M.Si., PhD., Drh. Zulfi Astarini, drh., Rinasti Rida Pangesti, drh., dan Vengine Ulyama, drh.

Ketika melakukan praktik, para pesera antusias mengikuti tim dokter hewan yang memberikan pelatihan tentang pengolahan susu perah. Dari bahan yang tersedia di Negororejo, warga bisa membuat kerupuk, yoghurt, dan pudding.
Produk-produk yang dihasilkan dari olahan susu seperti yoghurt, kerupuk, dan pudding. -Yuniawan Heru-

Menurutnya, ada banyak produk olahan susu yang bisa dikembangkan. Untuk itu, sapi harus sehat. Selain harus dijaga kebersihannya, sapi juga perlu diajak jalan-jalan. Melakukan gerak badan untuk memperlancar peredarah darahnya. 

Kategori :