Aturan 2. Selesaikan problem, jangan pernah berpindah (ganti) pasangan. Semua orang terluka oleh kehidupan. Itu hal pasti. Tidak bisa dihindari. Beberapa dari kita menjadi lebih buruk daripada yang lain. Tentu saja, bekas luka yang memberi kita karakter. Jadi, tidak semua luka buruk dalam jangka panjang. Dalam bahasa Indonesia: badai pasti berlalu.
Jika hubungan terakhir Anda membuat Anda sedikit mengalami kehancuran emosional, lebih baik perbaiki kerusakan tersebut daripada mencari pasangan baru.
Jika beralih ke pasangan yang baru, tetap saja Anda akan berakhir dengan kegagalan. Intinya, kegagalan bukan disebabkan pasangan, melainkan ada yang salah pada diri Anda.
Aturan 3. Anda tidak akan bahagia dengan pasangan sampai Anda bisa bahagia sendiri.
Anda harus bahagia dan aman, dalam kesendirian. Dengan begitu, Anda tidak akan pernah terjebak dalam situasi yang buruk karena takut ditinggal sendirian. Jika tidak berhasil, Anda bisa pergi begitu saja. Terlalu banyak orang yang bertahan dalam hubungan yang tidak bahagia karena takut hidup sendirian.
Setelah menguasai hal tersebut, Anda tidak akan pernah tinggal bersama orang lain hanya karena Anda mencintai mereka dan mereka membuat Anda bahagia. Sendirian itu menyenangkan, tapi bersama mereka jauh lebih baik.
Jadi, kuncinya adalah Anda harus bisa merasa nyaman hidup sendirian. Tidak takut ditinggal sendirian. Tapi, bersama pasangan dan anak-anak, hidup jadi lebih baik.
Di kasus James, cocok dengan aturan ke-3. Made berani meninggalkan James meski mereka sudah menikah 31 tahun. Karena dia berani dan merasa nyaman hidup sendirian.
Sebaliknya, James tidak berani dan merasa tidak nyaman hidup sendirian. Ia terus memburu Made. Bahkan, mengancam (kata tetangga) bakal membunuh Made yang sudah ia buktikan.
Jika dibalik, seumpama James juga merasa nyaman hidup sendirian, barangkali cerita hidup bakal lain. Ia akan memandang Made sebagai sahabat setelah Made pergi. Tidak perlu membunuh. Terpenting, ia lolos dari hukuman mati. (*)