Sepakat! KAI Commuter Impor 3 Rangkaian KRL dari China Sebesar Rp. 783 Miliar

Kamis 01-02-2024,12:08 WIB
Reporter : Muhammad Fachrizal Hamdani
Editor : Taufiqur Rahman

HARIAN DISWAY - Kereta Api Indonesia (KAI) Commuter melakukan penandatanganan Kontrak Kerjasama Pengadaan Sarana Kereta Rel Listrik (KRL) Baru dengan CRRC Sifang Co., Ltd. pada Rabu, 31 Januari 2024 di Beijing, China.

Direktur Utama KAI Commuter, Asdo Artriviyanto melakukan penandatanganan kontrak kerja sama tersebut dengan mengimpor tiga rangkaian KRL baru tipe KCI-SFC120-V dari China.

Pengadaan sarana KRL ini dilakukan untuk menambah kapasitas angkut pengguna dan mengganti sarana KRL yang akan diretrofit oleh PT INKA.


Perwakilan PT KAI Commuter dengan CRCC Qingdao Sifang setelah penandatanganan kerjasama di Beijing, 31 Januari 2024-Kemenhub -

Sarana KRL yang telah memasuki masa peremajaan secara bertahap akan terus dilakukan pergantian dengan proses retrofit.

BACA JUGA:Mahfud MD Ketemu Jokowi Nanti Sore, Tas-tes Serahkan Surat Pengunduran Diri

BACA JUGA:Anwar Sadad: Saya Mulai Cium Aroma Kemenangan Prabowo-Gibran di Jatim

Hal tersebut sebagai bentuk untuk menjaga operasional pelayanan Commuter Line Jabodetabek dengan target 1,2 juta pengguna per hari pada tahun 2025.

Selain itu, pengadaan sarana KRL ini juga menjadi bagian dari rangkaian pemenuhan sarana KRL Jabodetabek yang pernah dibahas pada Juni 2023.

Pembahasan tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi oleh Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan.

“Pengadaan sarana KRL baru ini merupakan pemenuhan atas jumlah sarana KRL sesuai dengan kebutuhan pelayanan pengguna Commuter Line Jabodetabek tahun 2024 -2025 yang sudah mencapai hampir 1 juta pengguna per harinya,” ujar Asdo.

BACA JUGA:Kampanye Akbar di Pamekasan, Anies-Muhaimin Serukan Madura Pilih Perubahan

BACA JUGA:Prabowo Sebut Makan Siang Gratis Siswa akan Berdayakan Petani

Terkait jumlah anggarannya, KAI Commuter menginvestasikan pengadaan tiga rangkaian KRL Baru Impor oleh CRRC Sifang, China ini sebesar Rp. 783 miliar.

Adapun seluruh pembiayaannya adalah pinjaman KAI Commuter, Shareholder Loan dari PT KAI, dan bantuan dari Pemerintah melalui Penyertaan Modal Negara (PMN).

Kategori :