Rokok Bukan Takjil Untuk Berbuka Puasa, Ini Bahayanya Untuk Kesehatan

Kamis 21-03-2024,15:04 WIB
Reporter : Chiara Athifah
Editor : Taufiqur Rahman

HARIAN DISWAY - Banyak pilihan makanan untuk berbuka puasa. Sebagian orang suka mengawali dengan minuman manis, buah-buahan, gorengan, kolak, bubur, atau yang sunnah yakni buah Kurma. 

Namun, tidak sedikit orang yang memilih rokok untuk melepaskan dahaga setelah seharian menahan lapar dan haus. Rokok memang tergolong sesuatu yang jika dikonsumsi (dihisap) akan membatalkan puasa. 

Kebiasaan ini ternyata tidak dianjurkan karena tidak baik untuk kesehatan. Guru Besar Fakultas Kedokteran UI Prof Tjandra Yoga Aditama mengungkapkan bahwa rokok mengandung zat-zat beracun yang berbahaya bagi kesehatan tubuh.

"Apalagi jika rokok langsung dikonsumsi ketika perut kosong setelah seharian berpuasa," kata Tjandra pada Harian Disway kamis, 21 Maret 2024. 

Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara ini menyebut, kondisi tubuh yang lemah setelah seharian berpuasa akan semakin diperburuk dengan merokok ketika berbuka. 


BACA JUGA:Ampuh! Ini 5 Cara untuk Menghentikan Kebiasaan Merokok secara Bertahap, Dijamin Tidak Berat

"Bisa menyebabkan asam lambung naik dan masalah pencernaan lainnya," kata Tjandra. 

Alih-alih, Tjandra menyarankan agar perokok menjadikan momentum bulan puasa untuk mengendalikan diri dari adiksi merokok. "Jika seharian beraktivitas tanpa rokok dari pagi hingga sore terbukti bisa, maka itu adalah awal mula yang baik untuk mengendalikan ketagihan merokok," jelasnya.  

BACA JUGA:Merokok Dapat Menyebabkan Penyakit Mental? Ini Studinya

Menurutnya, banyak pelaku ibadah puasa yang telah membuktikan mampu beraktivitas seharian tanpa rokok. Selain itu, telah dianjurkan untuk mengawali berbuka puasa dengan makanan manis. 

"Setelah seharian beraktifitas, alangkah baiknya jika berbuka dan mengisi perut kosong dengan nutrisi yang baik dari makanan yang sehat dan bergizi," jelasnya.(*) 

 

Kategori :