BACA JUGA: Dari Lapar Menuju Hati yang Lapang: Sebuah Renungan di Bulan Ramadan
4. "Sekarang gajinya berapa?"
Topik yang satu ini bisa terasa sensitif, apalagi jika ditanyakan secara terbuka di tengah keluarga besar. Beberapa orang merasa nyaman membicarakan hal ini, tetapi tidak sedikit yang merasa risih, terutama jika dibanding-bandingkan dengan orang lain.
5. "Kok tambah gemuk/kurus?"
Perubahan fisik juga sering menjadi bahan obrolan. Mungkin niatnya hanya bercanda, tetapi bagi beberapa orang, komentar seperti ini bisa menyinggung perasaan.
Bahkan, bagi yang sedang berusaha menjaga berat badan atau mengalami kondisi tertentu, pertanyaan ini bisa terasa tidak nyaman.
BACA JUGA: Amalan yang Dianjurkan di 10 Hari Terakhir Ramadan
6. "Kapan wisuda?"
Untuk mahasiswa yang belum lulus, pertanyaan ini bisa menjadi beban tersendiri. Ada ekspektasi dari keluarga agar pendidikan selesai tepat waktu, dan kalau ada keterlambatan, biasanya akan muncul berbagai pertanyaan tambahan.
Tidak semua pertanyaan yang diajukan keluarga bermaksud buruk. Banyak yang sekadar ingin tahu kabar atau memberi motivasi. Namun, jika merasa tidak nyaman, ada beberapa cara untuk menghadapinya:
Tawa dan canda saat menjawab pertanyaan sensitif, menjaga suasana tetap ceria. --Freepik
Tetap tenang dan jawab dengan santai. Jika pertanyaannya terlalu pribadi, jawaban yang ringan seperti "Doakan saja ya" bisa membantu mengalihkan pembicaraan.
BACA JUGA: 8 Kiat-kiat Puasa Ramadan yang Sehat
Gunakan humor. Kadang-kadang, menjawab dengan bercanda bisa membuat suasana lebih cair dan menghindari diskusi lebih lanjut.
Ubah topik pembicaraan. Jika merasa kurang nyaman, coba ajak berbicara tentang sesuatu yang lebih netral, seperti kabar terbaru di kampung halaman atau cerita perjalanan mudik.
Mudik dan berkumpul dengan keluarga besar adalah kesempatan langka yang sebaiknya dinikmati. Meskipun ada obrolan yang membuat deg-degan, tetaplah fokus pada kebersamaan dan kebahagiaan bertemu keluarga. Lagipula, di balik semua pertanyaan itu, biasanya tersimpan perhatian dan kasih sayang dari orang-orang terdekat. (*)