Konflik sosial sering kali muncul akibat kesalahpahaman atau ego masing-masing individu. Dengan adanya Halal Bihalal, perasaan permusuhan dapat dikikis, sehingga hubungan yang lebih baik dapat terjalin.
4. Mendapatkan Keberkahan dan Panjang Umur
Seperti yang disebutkan dalam hadis Rasulullah Saw, menyambung silaturahmi dapat memperpanjang umur dan melapangkan rezeki. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan yang terkandung dalam halal bihalal dapat membawa keberkahan bagi kehidupan seseorang.
BACA JUGA: Mudik Lebih Hemat! ASDP Hapus Tarif Ekspres dan Beri Diskon Tiket Kapal hingga 36%
5. Meneladani Sifat Rasulullah SAW
Rasulullah Sae adalah teladan dalam hal pemaafan dan kasih sayang. Beliau selalu memaafkan kesalahan orang lain, bahkan terhadap musuh-musuhnya. Melalui halal bihalal, umat Islam dapat mencontoh sifat Rasulullah dalam bersikap pemaaf dan menjaga hubungan baik dengan sesama.
Halal bihalal bukanlah kewajiban dalam Islam karena tidak ada dalil yang secara eksplisit mewajibkannya. Namun, esensi dari halal bihalal, yaitu saling memaafkan dan menjaga silaturahmi, merupakan ajaran yang sangat dianjurkan dalam Islam (sunnah).
Tradisi ini memiliki banyak manfaat dalam kehidupan sosial dan spiritual, seperti mempererat persaudaraan, menghapus dosa sosial, mencegah permusuhan, dan mendapatkan keberkahan dari Allah Swt.
BACA JUGA: Cara Membuat Ketupat Lebaran dari Beras, Lengkap dengan Tutorial Menyusun Anyaman
Dengan demikian, meskipun tidak diwajibkan, halal hihalal tetap menjadi salah satu bentuk amalan yang baik dan bermanfaat bagi umat Islam.
Oleh karena itu, tradisi ini perlu terus dilestarikan sebagai bagian dari implementasi ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam lingkup keluarga, masyarakat, maupun bangsa. (*)
*) Mahasiswa magang dari Prodi Sastra Inggris, Universitas Trunojoyo Madura