BACA JUGA: Tip Memilih Oleh-Oleh Terbaik untuk Kerabat di Kampung Halaman
BACA JUGA: Sinopsis Film Qodrat 2: Vino G Bastian Lawan Teror Iblis di Pabrik Tua, Tayang Lebaran 2025
Di era modern ini penggunaan alat pengeras suara seperti toa ataupun sound system juga makin umum, memungkinkan suara takbir dan lantunan ayat-ayat suci Al-Qur'an terdengar lebih luas.
Sebagian ulama berpendapat, takbiran keliling adalah praktik yang diperbolehkan atau bahkan dianjurkan sebagai bentuk syiar Islam dan ekspresi kegembiraan dalam menyambut hari raya.
Namun, pelaksanaannya juga harus memperhatikan situasi dan tidak menimbulkan kerugian di masyarakat. Dengan perkembangan yang pesat ini ada juga pandangan yang kurang sependapat dengan ini.
Dikhawatiran bahwa esensi religius dari takbir tergeser oleh aspek hiburan yang berlebihan, misalnya penggunaan musik yang kurang sesuai dengan agama.
BACA JUGA: 6 Fakta Seputar Idulfitri yang Perlu Diketahui
BACA JUGA: Tip Merawat Kendaraan sebelum Dipakai Mudik Lebaran
Tradisi ini bukan hanya sebagai bentuk ibadah, tetapi juga sebagai simbol persatuan umat Islam di Indonesia yang merayakan hari kemenangan dengan penuh suka cita.
Meskipun hampir lekang oleh zaman, penting bagi kita untuk menjaga esensi takbir keliling ini, dengan menanamkan kembali nilai-nilai mengenai tradisi ini kepada generasi kita dan juga generasi mendatang. (*)
*) Mahasiswa magang dari Prodi Sastra Inggris, Universitas Negeri Surabaya