Merasa Kehidupan Stuck di Usia 20-an, Anda Tidak Sendiri

Rabu 09-04-2025,15:00 WIB
Reporter : Pingki Maharani*
Editor : Guruh Dimas Nugraha

Padahal setiap orang punya garis waktu masing-masing. Sayangnya algoritma tidak menampilkan perjalanan, hanya pencapaian.

Tantangan lain datang dari dunia kerja. Tak semua lulusan langsung mendapat pekerjaan sesuai bidang atau minat. Banyak yang harus menjalani pekerjaan seadanya demi bertahan. Sementara idealisme terus diuji.

Rasa kecewa terhadap dunia kerja yang tak seindah bayangan membuat banyak orang mempertanyakan ulang tujuan hidup mereka.

BACA JUGA: MUSE: Perjalanan Jimin Mencari Inspirasi dan Jati Dirinya

Faktor finansial juga ikut berperan. Gaji yang tak sebanding dengan biaya hidup, utang pendidikan, dan keinginan untuk hidup mandiri membuat tekanan semakin besar. Belum lagi, keharusan untuk ‘terlihat mapan’ di mata orang lain. Terutama keluarga.

Perasaan stuck juga sering muncul karena terlalu banyak pilihan. Ironisnya, ketika segala kemungkinan terbuka, kita justru bisa merasa lumpuh karena takut salah langkah.

Ingin pindah jurusan tapi takut menyesal, ingin resign tapi belum punya pegangan. Semua pilihan terasa berat karena tidak ada jaminan hasil.


Tantangan lain datang dari dunia kerja. Tak semua lulusan langsung mendapat pekerjaan sesuai bidang atau minat. --Pinterest

Namun, penting untuk diingat bahwa merasa bingung adalah bagian alami dari proses bertumbuh. Psikolog Perkembangan Dewasa Jeffrey Arnett, menyebut usia 20-an sebagai masa transisi yang dinamis. Dari ketergantungan menuju kemandirian, dari pencarian menuju pembentukan identitas.

BACA JUGA: Psikolog: Anggota Gangster adalah Pemuda yang Mencari Jati DIri

Dalam proses itu, valid untuk merasa tidak tahu arah, untuk ragu-ragu, bahkan untuk istirahat sejenak. Banyak orang besar justru menemukan jalannya setelah gagal, tersesat, atau menunda.

Oprah Winfrey dipecat dari pekerjaan pertamanya sebagai pembaca berita, J.K. Rowling menulis Harry Potter saat berada di titik terendah hidupnya.

Salah satu cara melewati fase itu adalah dengan memelihara kesadaran. Bahwa hidup bukan kompetisi adu cepat. Alih-alih membandingkan, fokuslah pada proses.

BACA JUGA: Shawn Mendes Rilis Album Baru Bertajuk Shawn untuk Ungkap Jati Diri dan Isi Hati

Alih-alih harus tahu segalanya sekarang juga, izinkan diri untuk mencari tahu perlahan. Bangun rutinitas kecil, gali minat, dan jalin relasi yang suportif. Terkadang satu langkah kecil bisa membuka banyak pintu baru.

Tak ada formula pasti menghadapi masa usia 20-an, karena memang tak harus sempurna. Justru di situlah tempat bereksperimen, belajar dari salah, dan menata ulang arah hidup.

Kategori :