Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional: 5 Cara Sederhana Melestarikan Puspa dan Satwa

Rabu 05-11-2025,10:44 WIB
Reporter : Mauluda Luthfiana Nastiti*
Editor : Indria Pramuhapsari

Laman resmi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menuliskan, tanaman asli Indonesia seperti lidah mertua, sirih gading, dan bunga kertas mampu menyerap polutan udara.

Tanaman-tanaman itu juga sekaligus bisa membuat lingkungan rumah terlihat lebih indah dan asri. 

Dengan menanam jenis-jenis tanaman lokal tersebut, masyarakat turut menjaga keanekaragaman hayati serta membantu menciptakan udara yang lebih bersih dan sehat di sekitar tempat tinggal.

BACA JUGA: 5 Tanaman Favorit Aquascape untuk Pemula

BACA JUGA: 5 Jenis Tanaman Hias Pemanis Rumah Sekaligus Penghasil Oksigen Melimpah

3. Dukung Upaya Konservasi Satwa Lokal


DUKUNGAN terhadap konservasi satwa dengan donasi, membantu menjaga populasi hewan langka agar tetap hidup di habitatnya. --iStock

World Wildlife Fund (WWF) Indonesia melaporkan bahwa populasi satwa langka seperti orangutan, badak jawa, dan jalak bali terus menurun akibat perburuan serta berkurangnya habitat alami. 

Kondisi tersebut dapat direspons dengan tindakan nyata. Di antaranya, mengikuti kampanye konservasi, berdonasi ke lembaga tepercaya, atau menolak produk yang berasal dari hewan langka.

Setiap tindakan kecil berkontribusi dalam menjaga keberlangsungan hidup satwa di alam liar.

BACA JUGA: Gaya Hidup Ramah Hewan Peliharaan: Mewujudkan Keseimbangan Emosional dan Sosial

BACA JUGA: WWF: Populasi Satwa Dunia Anjlok 69 Persen

4. Pilih Produk Ramah Lingkungan


PRODUK ramah lingkungan mengurangi pencemaran dan membantu melindungi satwa dari bahan kimia berbahaya. --iStock

Memilih produk yang ramah lingkungan merupakan langkah penting dalam menjaga kelestarian alam dari rumah. 

Data World Wildlife Fund (WWF) Indonesia menunjukkan, banyak produk rumah tangga mengandung bahan kimia yang dapat mencemari air dan membahayakan satwa. 

Kategori :