Polisi dilaporkan menerima sejumlah informasi penting pada 23-29 September 2025. Informasi tersebut mengaitkan kebakaran Gedung ACC Kwitang dengan penyidikan kasus hilangnya Reno dan Farhan di area sekitar lokasi kebakaran.
BACA JUGA:BEM SI Gelar Demo Tagih Janji Politik pada Satu Tahun Pemerintahan Presiden Prabowo
BACA JUGA:20 Orang Dilaporkan Hilang dalam Demo 28-31 Agustus, Penegakan HAM di Indonesia Jadi Sorotan
Menurut Putu, penelusuran rekam jejak digital Farhan menunjukkan ponselnya telah digadaikan sebelum kerusuhan di wilayah Kwitang terjadi.
Ia tidak dapat menjelaskan secara detail apakah setelah berpindah tangan, perangkat tersebut masih mengunggah aktivitas digital atas nama Farhan atau tidak.
Namun berdasarkan keterangan dari keluarga, teman dekat, serta saksi lain, Farhan dan Reno terakhir terlihat keberadaannya di kawasan Kwitang pada akhir Agustus 2025 lalu.
Polda Metro Jaya dan KontraS rutin bertukar informasi sejak pertengahan September 2025. Pertemuan penting dilakukan pada 13 Oktober 2025 untuk membahas perkembangan pencarian dan juga penyidikan terkait provokator kerusuhan.
BACA JUGA:Ribuan Driver Ojol Demo Hari Ini, Geruduk Istana, Kemenhub, hingga DPR RI
BACA JUGA:Polisi Tangkap Provokator Demo Berinisial KA, Diduga Sebar Hoaks dan Libatkan Anak-Anak
Pada 20 Oktober 2025, KontraS menelusuri lokasi-lokasi yang menjadi titik temuan bukti berdasarkan data yang diperoleh bersama aparat kepolisian.
Empat hari kemudian, berbagai lembaga seperti Komnas HAM, Komnas Perempuan, Komnas Anak, Komnas Difabel, Ombudsman RI, dan LPSK turut diajak berdiskusi untuk memastikan pemenuhan hak-hak korban dan keluarga.
Penemuan Kerangka dan Hasil DNA Laboratorium
Puncak penyelidikan terjadi pada 30 Oktober 2025, saat tim inspeksi PT QIES, vendor penyidik menemukan 2 kerangka manusia tertutup reruntuhan plafon dan tumpukan barang di lantai 2 Gedung ACC Kwitang.
Polisi segera mengambil sampel DNA keluarga sebagai perbandingan pada 30 dan 31 Oktober 2025.
Selama empat hari pertama di bulan November 2025, Polda Metro Jaya meminta sejumlah keterangan tambahan dari saksi di sekitar lokasi kejadian serta mendiskusikan hasil tes DNA dengan berbagai lembaga termasuk Kompolnas dan Komnas HAM.
Pada konferensi pers yang digelar Jumat, 7 November 2025, Karo Labdokkes Polri Brigjen Sumy Hastry Purwanti memaparkan hasil identifikasi utama dari gigi dan tulang korban yang dikonfirmasi milik Reno Syahputra Dewo dan Muhammad Farhan Hamid.
BACA JUGA:Prabowo Soal 4 Warga Tewas Pasca Demo di DPRD Makassar: Tindakan Perusuh!