BACA JUGA:Purbaya Ingin Gabung Tim Negosiasi Utang Whoosh ke Tiongkok
Di Jiwozhai sendiri, ada 22 keluarga yang dulunya terdaftar sebagai rumah tangga miskin. Tetapi, mereka—total 97 jiwa—sudah terangkat dari garis kemiskinan.
Koperasi juga mendorong lima desa sekitar untuk ikut mengembangkan pohon teh tua. Artinya, areal hutan di sekitar desa sudah menjadi lahan produksi bernilai ekonomi tinggi.
Pemerintah daerah juga telah memberikan sejumlah penghargaan kepada koperasi: Model Koperasi Nasional, Model Koperasi Yunnan, hingga Model Honghe Prefecture.
Tentu, kehangatan teh Jiwozhai pun menghampiri lidah kami. Beberapa perempuan desa meladeni para jurnalis hari itu. Kami duduk di meja-meja melingkar, ditemani teh hangat dan aneka buah. Delima, pisang, sampai buah naga.
DAUN TEH SEGAR dibeberi [pada kotak kayu besar sebelum disangrai pada tunggu tradisional suku Yao.-Doan Widhiandono-
Menjelang sore, kabut masih membekap desa tersebut. Tapi, kabut itu seperti melindungi tradisi yang bertahan ratusan tahun di lereng-lereng gunung tersebut. Tradisi yang kehangatan dan keharumannya bisa jadi hadir dalam secangkir teh yang Anda nikmati… (*/bersambung)