Kolaborasi itu menciptakan jaringan yang mendukung pertumbuhan bisnis, memperkuat akses ke pasar, serta memfasilitasi pertukaran pengetahuan dan sumber daya. Jaringan yang baik memungkinkan UMKM untuk terhubung dengan mentor, mitra bisnis, investor, dan pelanggan potensial.
Selain itu, acara-acara seperti forum bisnis, pameran dagang, dan acara networking dapat memperkuat ekosistem dengan menyediakan platform untuk kolaborasi dan kemitraan.
Kelima, kebijakan regulasi pemerintah memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan ekosistem kewirausahaan. Kebijakan yang mendukung, seperti insentif pajak, kemudahan perizinan, dan program dukungan UMKM, dapat menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan bisnis.
Di sisi lain, regulasi yang ketat dan birokrasi yang rumit dapat menghambat perkembangan UMKM.
Pemerintah daerah memiliki peran penting dalam menciptakan kebijakan yang mendukung UMKM, termasuk program pelatihan, akses ke modal, insentif untuk investasi lokal, serta inisiatif yang mendorong inovasi dan kewirausahaan di tingkat lokal.
Menurut survei tahunan usaha kecil CPA Australia, 2024 menjadi tahun yang paling sukses untuk usaha kecil di Indonesia dengan tingkat pertumbuhan hingga 83%, naik dari 80 persen pada 2023. Hal itu merupakan hasil pertumbuhan tertinggi sejak 2020.
Momentum positif tersebut diperkirakan akan makin meningkat pada 2025, dengan 87% usaha kecil diprediksi tumbuh, menempatkan Indonesia di antara tiga pasar dengan pertumbuhan tertinggi dari 11 pasar yang disurvei (Australia, Tiongkok, Hong Kong, India, Indonesia, Malaysia, Selandia Baru, Filipina, Singapura, Taiwan, dan Vietnam).
Keyakinan terhadap perekonomian Indonesia tetap kuat, dengan 76% usaha kecil diperkirakan akan terus tumbuh, jauh lebih tinggi daripada rata-rata survei Asia-Pasifik yang hanya mencapai 67%.
Tahun 2024, sebanyak 68% usaha kecil Indonesia yang berinvestasi pada teknologi ternyata berhasil mendongkrak profitabilitasnya, hasil yang menempatkan Indonesia di posisi ketiga tertinggi dari 11 pasar yang disurvei. (*)
*) Sukarijanto adalah Pemerhati kebijakan publik dan peneliti di Institute of Global Research for Economics, Entrepreneurship and Leadership.