Bahlil kemudian mengajukan pertanyaan retoris, “Pertanyaan saya, siapa yang memprotes mereka saat itu?”
BACA JUGA:Prabowo: Bantuan Terus Dikirim, Pemerintah All-Out Tangani Bencana di Sumatera
BACA JUGA:Akses Darat Terputus, Pesawat Baru Airbus A400M TNI AU Diterjunkan ke Sumatera untuk Drop Bantuan
Ia juga berpendapat bahwa banyak pihak merasa terganggu dengan langkah negara berkembang yang mulai mengelola sendiri sumber dayanya.
“Sekarang negara kita… yang baru memulai untuk berfikir mendapatkan nilai tambah… kok ada yang merasa terganggu, ada apa di balik itu,” kata Bahlil.
Meski begitu, tidak sedikit warganet yang menolak perbandingan yang disampaikan oleh Bahlil.
“Negara maju mana yang eksploitasi alamnya? Yg ada negara maju itu eksploitasi negara lain yang pemimpinnya Bodoh,” tulis akun @ardianTaka.
Sementara itu, akun @MachmudYaha menilai eksploitasi sumber daya alam selama ini justru dilakukan tanpa mempertimbangkan keselamatan rakyat dan hanya berfokus pada keuntungan.
BACA JUGA:BRI Peduli Cepat Tanggap, Salurkan Bantuan ke Korban Banjir Bandang Sumatera
BACA JUGA:Banjir di Sumatera Barat: 19 Kecamatan Terdampak di 3 Kabupaten
Di tengah ramainya kritik publik atas pernyataannya tersebut, Bahlil dalam kesempatan lain menyampaikan belasungkawa kepada para korban banjir bandang.
Keterangannya itu ia sampaikan dalam Talkshow Aksi Nyata untuk Bumi Lestari di Kantor DPP Partai Golkar, Palmerah, Jakarta Barat, Jumat, 28 November 2025.
Bahlil kemudian menegaskan komitmen pemerintah untuk memperketat tata kelola pertambangan dan lingkungan.
“Saya khususnya di sektor pertambangan akan melakukan tindakan, langkah-langkah yang terukur, untuk bagaimana bisa menjaga pengelolaan tambang yang ramah lingkungan,” tuturnya dalam talkshow “Aksi Nyata untuk Bumi Lestari”.
Ia juga memastikan pihaknya akan memeriksa dugaan keterlibatan tambang ilegal dalam memperparah dampak banjir.
BACA JUGA:Korban Jiwa Bertambah, Banjir dan Longsor Terjang 13 Kabupaten/Kota di Sumatera Utara