Cerita Polisi Terungkapnya Pembunuhan Alvaro: Pelaku Ada di Area Terang

Minggu 30-11-2025,23:09 WIB
Oleh: Djono W. Oesman

Ternyata N menceritakan itu kepada ibundanya, inisial L. N juga berpesan kepada ibunya agar jangan menceritakan itu kepada siapa pun. Memang, L sempat memendam cerita tersebut beberapa bulan. L adalah pembantu rumah tangga di keluarga Muhammad Reza yang tinggal di Tenjo, Bogor.

Suatu hari L menceritakan itu kepada majikan perempuan, istri Reza. Tentu, itu suatu cerita yang sangat menarik. Maka, majikan perempuan menceritakan itu kepada suaminya, Reza. Akhirnya Reza lapor polisi. Kasusnya pun terungkap.

Alex ditangkap polisi, Jumat, 21 November 2025. Dalam interogasi, ia mengakui perbuatannya. Ia menunjukkan lokasi pembuangan mayat Alvaro sehingga kerangka Alvaro ditemukan. 

Alvaro, anak yang tak dirawat kedua ortunya itu, dimakamkan di Pesanggrahan. Lokasi makamnya cuma sekitar 50 meter dari masjid, lokasi ia dijemput pelaku Alex pada hari ketujuh puasa Ramadan 2025. Ia berpulang ke situ.

Alex, dua hari setelah ditangkap dan ditahan di Polres Jakarta Selatan, bunuh diri di kamar mandi tahanan. Ia gantung diri dengan menggunakan celana panjang miliknya sendiri.

Sebenarnya Alex bukan penjahat ulung. Ia penjahat biasa. Cuma, dari kronologi tersebut, ia sadar kriminal. 

Ia menyadari pentingnya taktik ”sembunyi di tempat terang” dengan melapor ke polisi kehilangan Alvaro. Ia tidak ngumpet di tempat ”gelap” nan sepi, tetapi ke kantor polisi yang semestinya ditakuti penjahat.

Ia juga ”sadar sidik jari”. Ia pasti suka baca cerita kriminal, bahwa sidik jari menuntun polisi menuju pelaku kejahatan. Namun, kesadaran Alex terlambat. Ia tidak pakai sarung tangan saat membungkus mayat korban.

Alex bahkan penjahat lugu. Sebab, nyaris tidak ada penjahat yang minta tolong orang untuk membungkus lagi bungkusan mayat korban. Ia ogah melakukan sendiri, mungkin, karena tidak tahan baunya.

Dengan menyuruh G, sama saja Alex mengundang saksi kejahatan. Satu saksi akan cerita ke saksi lain dan ke saksi lain lagi. Berentet. Sampai akhirnya kasus terbongkar.

Kini polisi akan memeriksa saksi G. Apakah ia cuma disuruh Alex seperti itu atau ia terlibat aktif di pembunuhan? Tapi, kalau terlibat, tak mungkin G menceritakan itu ke teman. Mustahil.

Betapa pun polisi diuntungkan oleh saksi G. Tanpanya, kasus ini gelap selamanya. Kejahatan terungkap dengan caranya sendiri, dengan jalannya sendiri. Kadang unik dan sepele. (*)

 

Kategori :