Deretan Fenomena Kosmik 2026, Bulan dan Matahari Jadi Bintang Utama

Senin 29-12-2025,13:00 WIB
Reporter : Guruh Dimas Nugraha
Editor : Guruh Dimas Nugraha

BACA JUGA:Robot Paro, Efektif pada Lansia dan Autisme, Bisa Tenangkan Astronot Mars

Fenomena supermoon turut menambah daya tarik. Tiga supermoon akan muncul sepanjang 2026. Ketika bulan purnama berada lebih dekat ke bumi, visualnya akan tampak lebih besar dan terang.

Supermoon pertama terjadi pada Januari. Disusul supermoon kedua pada 24 November, dan supermoon ketiga sekaligus terdekat pada malam Natal, 23-24 Desember, saat bulan berada sekitar 356.740 kilometer dari bumi.

Aktivitas matahari juga diperkirakan masih cukup aktif pada 2026, meski mulai memasuki fase penurunan siklus 11 tahunan.

Letupan matahari dapat memicu badai geomagnetik yang menghasilkan aurora borealis dan aurora australis di lintang yang lebih rendah dari biasanya.

BACA JUGA:Tiga Astronot Tiongkok Siap Rampungkan Tiangong

BACA JUGA:NASA Umumkan 10 Kandidat Astronot yang Akan Terbang ke Bulan

Para ilmuwan berharap data dari wahana pengamat angin Matahari yang diluncurkan sebelumnya akan meningkatkan kemampuan memprediksi cuaca antariksa.

“Tahun 2026 akan menjadi tahun yang menarik bagi para penggemar cuaca antariksa,” ujar Rob Steenburgh dari Badan Kelautan dan Atmosfer Nasional AS (NOAA) dilansir AP.

Dengan teknologi pengamatan yang semakin canggih, para ilmuwan optimistis dapat lebih memahami matahari dan dampaknya terhadap bumi.

Dengan kombinasi misi bulan, gerhana langka, parade planet, supermoon, dan aurora, tahun 2026 menjanjikan pertunjukan kosmik yang sayang untuk dilewatkan. Baik oleh ilmuwan, pengamat langit, maupun masyarakat umum. (*)

Kategori :