Pilihan hari ini akan menjadi tinta emas atau noda hitam bagi generasi mendatang. Menjaga jarak dari pusaran materi ekstraktif bukan menolak kemajuan, melainkan memastikan gerak organisasi dipandu nurani Ilahiah, bukan kepentingan fana.
Sebab, ironi paling tragis dalam sejarah adalah ketika gerakan pembebasan bermutasi menjadi bagian dari mesin penindasan itu sendiri –sebuah pengkhianatan menyakitkan terhadap DNA perlawanannya.
Marwah organisasi adalah benteng terakhir rakyat; jika ia runtuh karena tergiur emas hitam, runtuh pula harapan kaum mustadh'afin untuk menemukan pembela sejatinya di bumi ini. (*)
*) Achmad Muzakky Cholily adalah antropolog dan pengurus Lakpesdam PCNU Surabaya.