Akhir Era Michelin di MotoGP: Ban Disederhanakan, Logika Dikedepankan

Jumat 09-01-2026,17:51 WIB
Reporter : Bagus Aji
Editor : Salman Muhiddin

HARIAN DISWAY - Menjelang musim terakhirnya di MotoGP, Michelin mengambil langkah tegas dan rasional dengan menyederhanakan pilihan ban depan, sebuah keputusan yang menandai akhir era panjang pemasok ban asal Prancis tersebut di kelas utama.

Selama ini, selalu ada satu spesifikasi ban dengan kompon misterius yang pada akhirnya tidak pernah digunakan pembalap. Ke depan, praktik tersebut akan dihilangkan.

Michelin memperkenalkan formula yang lebih cerdas dan efisien dalam penyediaan ban, yang telah divalidasi oleh tim, pembalap, dan Dorna. Keputusan ini seolah merangkum perjalanan 47 tahun Michelin di MotoGP, dari periode 1972–2008 dan 2016–2026, dengan pesan yang jelas: kurangi dogma, tingkatkan logika.

Peraturan lama dinilai sudah tidak lagi masuk akal. Dalam setiap Grand Prix, pemasok ban diwajibkan menyediakan tiga spesifikasi ban depan.

Namun, fakta di lintasan menunjukkan bahwa salah satunya secara sistematis tidak pernah digunakan. Atas dasar itu, pabrikan ban asal Prancis tersebut mengambil keputusan untuk melakukan perubahan.

“Musim depan, kami akan mengubah alokasi ban depan. Tidak akan ada lagi tiga spesifikasi kompon dengan alokasi masing-masing lima ban. Sebagai gantinya, hanya akan tersedia dua spesifikasi kompon dengan alokasi masing-masing tujuh ban,” ujar Manajer Two-Wheels Michelin, Piero Taramasso, dalam wawancara dengan Motorsport.com.

BACA JUGA:Honda HRC Tancap Gas ke MotoGP 2027, Gelar Tes Rahasia di Sepang

BACA JUGA:Izan Guevara Kandidat Rookie Yamaha MotoGP 2027, Dapat Rekom Gino Borsoi!

Bagaimana penerapannya di lapangan?

Contoh sederhana terlihat pada Grand Prix Catalunya terakhir, di mana tidak satu pun pembalap menggunakan ban depan berkompon keras (hard). Artinya, sebanyak 441 ban depan berkompon hard yang telah diproduksi harus dikirim kembali ke pabrik tanpa pernah menyentuh aspal.

Ke depan, Michelin akan menyediakan lebih sedikit varian ban depan, namun dengan tingkat relevansi yang lebih tinggi bagi pembalap dan tim. Jumlah ban depan yang tersedia bagi pembalap akan berkurang dari 15 menjadi 14, dengan alokasi yang lebih selaras dengan realitas lintasan dan kebiasaan penggunaan.

“Kami sudah membahas hal ini dengan tim, pembalap, dan Dorna, karena kami menyadari bahwa di setiap sirkuit selalu ada spesifikasi ban yang sama sekali tidak digunakan. Ban-ban tersebut kami bawa ke sirkuit, lalu harus kembali ke pabrik,” jelas Taramasso.

Oleh karena itu, perubahan ini telah disetujui oleh mayoritas pemangku kepentingan di lingkungan MotoGP. Penyederhanaan ini bukan sekadar soal perhitungan akuntansi, tetapi juga berpotensi menjadi keuntungan taktis. Tujuannya jelas: mengurangi biaya, jejak logistik, dan limbah tanpa mengorbankan performa di lintasan.

Bagi tim, memiliki tujuh ban dengan spesifikasi yang sama di setiap seri akan memberikan manfaat nyata. Dua set tambahan dari kompon pilihan berarti lebih banyak kebebasan dalam pengujian, konsistensi yang lebih baik dalam perbandingan, serta waktu yang lebih efisien untuk menyempurnakan setelan motor sebelum balapan.

Kategori :